(FF) Way to Forget

annyeong author kembali lagi membawa FF yang kurang nyambung dan biasa bertemakan sedih huhuhu. sudahlah dari pada lama-lama mending langsung aja baca ya. dont forget coment oceee…

WAY TO FORGET U

Cast : Cho Kyuhyun

Park Jae Shin

Suara alunan music diikuti dangan suara riuh banyak orang mewarnai ruangan ini. Pesta yang di adakan sekali dalam masa high school. Hari ini adalah tepat hari pesta kelulusanku. Seharusnya aku dapat menikmati dengan gembira di sana, berdansa dan bernyanyi bersama dengan teman-temanku untuk yang terakhir kalinya. Sedangkan aku keluar mencari udara segar untuk fikiranku dan perasaanku yang sangat gaduh karena banyak sekali orang yang berpasang-pasangan. Aku iri, sangat. Sebuah rencana yang seharusnya aku susun dalam waktu yang lama gagal karena sebuah kata maaf yang keluar dari mulut namja yang aku sukai.

Menyukainya ? aku fikir kata itu sudah hilang beberapa bulan yang lalu dalam fikiranku. Aku memutuskan untuk melupakan dirinya dua bulan yang lalu, tepa ketika dia memliki yeojachingu. Aku memang menyukainya hanya sepihak. Aku lelah menahan semua gejolak yang ada dalam diriku dan akhirnya aku mengatakan perasaanku terhadapnya. Dan bisa ditebak dia menelakku dengan halus. Katanya memang halus tapi bagiku dalam kata itu tersirat kata tajam yang mebuat hatiku terluka.

aku tau maksud dalam kata itu kerena dalam hidupnya dia mempunyai prinsip untuk tidak berpacaran selama di high school. Bodohnya aku percaya dan senang dengan prinsipnya itu. setelah itu aku tetap saja terus menyukai dirinya selama satu buan bahkan sampai satu tahun. Aku bagaikan sebuah kerena yang tidak mempuyai rem dan harus berhenti ketika menabrak sebuah tembok besar. Aku mengetahui dia mempunyai yeojachingu. Sakit sangat. Bagaikan pedang yang menusuk tubuhku lalu dicabut dan ditancapkan lagi diluka yang sama. Kepercayaanku sudah pudar kepadanya. Aku berhenti mengharapkannya dan berusaha melupakannya.

Dua bulan aku melakukan dengan baik. Aku fikir aku dapat melupakannya tapi tidak perasaan itu kembali lagi ketika aku mendengar mereka berpisah. Seketika aku bagaikan menjadi setan dalam hubungan mereka. Walaupun aku tidak pernah mengganggu hubungan mereka. tapi hati kecilku inilah yang berharap mereka berpisah.

Aku melihat Cho Kyuhyun dan Lee Sa Chin dibawah yang sedang berbicara satu sama lain di dalam sana. Aku melihat bibir mereka tertarik membentuk sebuah senyuman dan terkadang keluar sebuah tawa. Sakit melihat mereka yang bersama. Walau mereka sudah berpisah aku tahu jika mereka berpisah karena Kyuhyun yang mengakhirinya. Kyuhyun teringat dengan prinsipnya yang tidak akan berpacaran ketika high school. aku fikir dia itu jahat Karena tidak dapat memenuhi prinsipnya dan tergiur akan hal seperti itu. dia sama saja mempermainkan wanita. Tapi melihat Kyuhyun dengan Sa Chin yang masih berhubungan baik aku mulai menyadari bahwa Kyuhyun dan Sa Chin berpisah dengan baik.

“Kenapa hanya di sini saja ?” aku membalikkan badanku dan melihat seorang namja dengan postur tubuh putih yang tinggi berbalut dengan jas hitam dan celana dengan warna senada berjalan menghampiriku dengan dua gelas minuman di tangannya.”nih, jus untuk mu” dia menyerahkan minuman kepadaku.

Wajah ini yang membuat hatiku menjadi terisi dengan sebuah perasaan aneh. Wajah yang membuatku begitu bersemangat melakukan apapun untuk melihat dirinya. Walau cuek dan jarang sekali kami berbicara empat mata dengannya. Aku tetap memperhatikannya secara diam-diam.

“ne, gomawo tapi … bolehkah aku menyoba minuman yang kau pegang itu ?”

“andwe, kau belum cukup umur untuk meminumnya” dia menyembunyikan gelas berisi wine itu di meja di dekatnya berdiri. aku hanya mengerucutkan mulutku. Dia hanya terkekeh melihat ekspresiku.

“jadi ? apa yang sedang kau fikirkan di sini hah? Hari ini malam terakhir kita bersama di sini yang lain saja bersenang-senang” seketika aku mulai murung mengingat apa yang sudah aku fikirkan disini.

“bukankah kau sudah berpesan padaku untuk tidak mengungkapkan apapun kepada namja”

“akukan berpesan agar kau tidak mengungkapkan ‘perasaan’ kepada namja bukan ‘apapun’” ucapnya sambil menekankan kata-kata. Aku pernah mengungkapkan perasaanku kepadanya karena aku sudah lelah menahan semua perasaan yang meluap dalam diriku.”jadi apa yg membuatmu tidak ingin berkumpul dengan yg lainnya?” aku terdiam ketika ia bertanya kembali.

“ I just … envious with other” jawabku dengan pelan hampir tidak terdengar oleh kyuhyun. “ aku hanya tidak mau keinginanku semakin menjadi-jadi jika aku terus berada di dalam. Saat ini aku tidak ingin mempunyai perasaan cinta sedikitpun. Aku akan menutup pintu hatiku rapat-rapat. Tapi di sana masih saja ada satu orang yang terjebak di dalamnya”

Persetan dengan mulutku. secara tidak langsung aku mulai menyatakan jika aku ini masih mengharapkan dirinya. Kau bodoh Jae Shin. Umpatku dalam hati.

“arrayo. Maka dari itu setelah ini kau memanfaatkan untuk menghindariku dan pergi dari Negara ini untuk kuliah di China kan ?” tebaknya.

Aku memang besok pagi akan pergi dari sini untuk melanjutkan kuliah kedokteran di sana. Salah satu kesempaanku untuk tidak melihat dirinya. Aku ingin menjalani hidupku yang baru dan melupakan dirinya.

“ne. itu juga alasanku untuk pergi ke sana. Berlama-lama di sini hanya membuang waktuku untuk mengintaimu dan menyiksa diriku sendiri”  aku menganggakat kepalaku, menatap suasana malam dari sini. Aku menahan bendungan yang ada di mataku agar tidak menangis di hadapannya.

“gomawo untuk sudah memiliki perasaan yang besar kepadaku dan mianhae jeongmal mianhae aku tidak dapat membalas perasaanmu.” Aku berusaha menatapnya “ jadi, jangan tunjukan air matamu pada seorang namja yang kejam sepertiku. Aku tidak pantas untuk mendapati air mata tulus dari mu” lanjutnya lagi dan menghapus air mataku yang tidak ku sadari mengalir.

Aku menyingkirkan tangannya yang berada di pundakku. Aku tidak ingin larut dalam sentuhannya. “mianhae. Jangan sentuh aku. Aku tidak ingin menjadi yeoja yang menyedihkan hanya kerena ini. Aku pergi.”  Pamitku dan langsung pergi meninggalkan dirinya yang masih menatapku.

Cinta yang tidak terbalaskan itu sangat menyakitkan. Maka dari itu aku akan mendorongmu keluar dalam fikiranku dan hatiku untuk tidak lagi mencintaimu. Mulai sekarang aku percaya akan sebuah takdir yang sudah di gariskan oleh Tuhan. Jika memang ia takdirku walaupun aku menutup hatiku rapat-rapat pasti ia akan mudah menerobosnya.

THE END

(FF) confused {molla}

Cast : Cho Kyuhyun

Park Jae Shin

Lee Jun Hee

Member Super Junior

Kembali lagi pada author yang masih baru memasuki dunia menulis. Kali ini aku membuat kelanjutan cerita dari Love  Hurt tetapi castnya berbeda. Dan di sini author sediri tidak tau gimana ceritanya jelekkah atau baguskah atau biasa saja. tapi author merasa ceritanya sangat gajelas. Tapi aku harap kalian dapat merspon tulisan ku ini. Maaf apa bila ada typo yang mengganggu suasa kalian ketika membaca.

Happy Reading ^^

At Samsung medical Center

Ketika seorang namja mencari tulang rusuknya yang di jadikan oleh Tuhan untuk menjadi pendampingnya seumur hidupnya.

Permirsah  pada pukul 00.30 dini hari terjadi kecelakaan di apgujeong.  Sebuah mobil van yang di tumpangi oleh member super junior menabrak trotoar. Hal ini disebabkan oleh pecahnya ban pada mobil. Akibat kecelakaan ini member super junior Kyuhyun dan Lee Teuk harus di larikan ke rumah sakit karena mengalami luka yang cukup parah.

Sebuah ambulans tiba, semua petugas rumah sakit bergegas menolong beberapa pasien kecelakaan. Seorang wanita dengan jubah berwarna putih juga bergegas membawa pasien laki-laki yang merupakan korban kecelakaan mobil menuju ruang UGD.

“dokter Park, tolong kau panggil dokter Nam untuk melakukan operasi”

“ne” wanita itu pun langsung bergegas mencari orang yang di perintahkan oleh sunbaenya itu.

2 bulan kemudian.

Jae Shin POV

Aku memeriksa pasien yang koma akibat kecelakan dua bulan yang lalu. “kau sangat berubah Cho Kyuhyun. Cepat sadarlah aku ingin berbincang denganmu” gumamku dan memandangi wajahnya yang putih.

Cho Kyuhyun, mungkin kalian sudah tidak asing mendengarnya bukan ? dia itu adalah member Super Junior yang memiliki suara yang bagus dan terkenal dengan sifat evilnya.  aku tidak percaya jika dapat bertemu dengannya ketika sudah menjadi member boyband terkenal padahal ketika aku sekolah dengannya mereka sangat tidak ingin menjadi member boyband. Namun entah mengapa dia berubah fikiran.

Aku mengenal Kyuhyun ketika duduk di bangku sekolah menengah atas. Dua tahun aku berada di kelas yang sama dengannya. Dia terkenal dengan namja yang memiliki mulut yang pedas dalam berbicara dan sifatnya yang cukup cuek.

“annyeong haseo” seseorag namja yang bisa di bilang cantik memasuki ruangan kyuhyun.

“oh annyeong haseo. Hee Chul oppa kau datang, yang lain kemana ??” tanyaku.

“yang lain masih memiliki jadwal hari ini, mungkin nanti sore mereka akan kesini. Bagaimana perkembangannya ?” tanyanya.

“masih sama seperti sebelumnya” jawabku murung.

“kyu, cepatlah kembali” pesan Hee Chul oppa.

“o..o..op..pa” kataku tebata-bata melihat tangan kyuhyun yang bergerak “tangannya bergerak”

“kyu ! kau sadar?” ucapnya tidak percaya.

Aku melihat kyuhyun sudah membuka matanya. Ia tampak bingung dengan keadaannya. Aku langsung saja meminta Hee Chul oppa keluar sebentar dan aku langsung memeriksa bagaimana keadaannya.

Terima kasih Tuhan sudah mengembalikan Kyuhyun. Ini sebuah keajaiban yang engkau berikan padannya. Terima kasih Tuhan. Ucapku dalam hati setelah memeriksa Kyuhyun.

Aku langsung keluar dari ruangan untuk menemui Hee Chul oppa. Di sana tampak sudah ada member Super Junior dan juga orang tua kyuhyun yang langsung mendekat denganku.

“bagaimana keadaannya Jae Shin ?” Tanya Eomma kyuhyun yang cemas.

“dia baik saja” sontak semua tersenyum gembira mendengarnya  “ tapi …” ucapku menggantung “karena dia koma selama dua bulan dia harus menjalani beberapa terapi  selama sebeluan untuk melenturkan sendi-sendi yang kaku.” Jelasku pada eomma Kyuhyun.

“ne, kamsahamnida dokter Park” kali ini Appa kyuhyun yang mulai berbicara.

“saya harus kembali keruangan saya. Sampai jumpa” pamitku.

Kyu Hyun POV

Cahaya putih melesat di depan  mataku secara tiba-tiba. Membuatku merasa semuanya ke masa laluku. Bagaikan sebuah rol film semuanya telihat dari ketika aku kecil dan bernyanyi dengan member lainnya. Namun aku merasakan ada yang memegang tangan ku dan berdoa agar aku hidup, lalu orang itu pergi begitu saja setelah berdoa untukku seketika cahaya itu memuda dan berganti dengan kegelapan.

 Aku berusaha membuka mataku. Terdengar suara seseorang sedang berbincang-bincang. Apakah itu apakah itu eomma dan appaku ? Ahh lidahku terlalu kelu untuk mengucapkan satu kata.

Setelah dokter memeriksa keadaan diriku eomma, appa, Ahra nuna dan Hyungdeul masuk kedalam ruanganku. Mereka hanya berdiri diam mengelilingiku. Ekspresi apa yang mereka berikan padaku hari ini ? mereka hanya memandangku dengan tatapan sedu. Heii seharusnya kalian menatapku dengan wajah yang senang bukan ?

“ya !” aku mencoba mengucapkan satu kata.

“Kyu, kau kembali ?” Tanya eomma ku yang sudah tidak kuat menahan bendungan di matanya. aku hanya menganggukan kepalaku. Aku masih belum mempunyai tenaga untuk berbicara.

“syukurlah … kau sudah kembali nak” eomma langsung memelukku sambil menangis.

Aku tidak percaya jika aku masih berada di dunia. Sungguh ini sebuah keajaiban yang Tuhan berikan kepadaku.

author POV

Jae Shin sedang melihat kyuhyun menjalankan terapi. Perkembangannya sangat bagus sehingga dia hanya dapat menjalankan terapi hanya dua minggu saja. Dan sekarang ini dia sudah di perbolehkan pulang setelah menyelesaikan terapi terakhirnya.

“Cho Kyuhyun. Selamat kau sudah di perbolehkan pulang” Jae Shin sambil mengulurkan tangan kepada kyuhyun yang sedang meneguk air mineralnya.

“aissss, kau ini formal sekali. Bukankah kita ini teman lama. Tidak usah se-formal itu padaku” Kyuhyun minghiraukan uluran tangan Jae Shin lalu menuguk air minumnya.

“ah ne” jawab Jae Shin singkat. Baru kali ini Jae Shin berbicara di luar tentang kesehatan dengan Kyuhyun setelah beberapa tahun tidak bertemu dengannya. Walaupun Jae Shin adalah dokter yang menangani Kyuhyun aku hanya berbicara tentang perkembangan kesehatannya pasca kecelakaan itu.

“sudah lama kita tidak bertemu denganmu” ucap Kyuhyun. Kyuhyun dan Jae Shin saling memandang satu sama lain. Entah tatapan apa yang mereka pancarkan. Tatapannya menyiratkan bahwa mereka merindukan satu sama lain.

“ne” Jae Shin memalingkan wajahnya. “dan kau sudah menjadi member boyband yang terkenal. Selamat mimpimu ingin tampil di TV sudah terwujud” lanjutnya.

Kyuhyun mengulum senyumnya memikirkan hal yang di cita-citakan sejak dulu berubah begitu saja. “ terakhir kali kita bertemu ketika kau memakiku pria jahat ketika perpisahan sekolah kita. Dan sekarang kau sudah menjadi seorang dokter” ujar Kyuhyun yang membuat Jae Shin menahan malu.

‘mengapa ia mengungkit keajadian itu lagi? Semenjak kejadian itu aku memutuskan ke China untuk kuliah kedokteran dan melupakan tentangnya’ ucap Jae Shin dalam hati.

“tapi, apakah kau masih memiliki perasan terhadapku ?”Jae Shin terperanjat kaget mendengar pertanyaan Kyuhyun. Ia memang memiliki perasaan terhadap Kyuhyun tapi sekarang tidak mungkin jika dirinya masih memiliki perasaan terhadapnya setelah 8 tahun ia melupakan Kyuhyun dan pindah dari Seoul.

“eumm, sepertinya tidak. Aku saja tidak mengetahui jika kau adalah member Super junior. Aku baru menyadarinya ketika para dokter yeoja iri denganku karena di beri tugas untuk merawatmu.” Jelas Jae Shin.

‘bohong kau Jae Shin ! kau masih memiliki perasaan dengannya. Seberapa usaha kau menghapusnya dalam hati mu kau tetap memiliki perasaan dengannya’ Jae Shin merutuki dirinya sendiri dalam hati.

“bernar juga, dahulu ya dahulu sekarang berbeda kejadiannya dengan dahulu. Dahulu, kau sangat mengetahui seluk-belukku. Apakah aku dulu sangat tampan di matamu hah?” Kyuhyun terkekeh mengingat semua kejadian ketika di sekolah menengah.

‘aishh,, setan ini mengapa sifatnya berubah menjadi narsis seperti ini’ ucap Jae Shin.

Jae Shin bangkit dari duduknya “maaf Kyu, aku harus pergi. Masih ada pasien lain yang harus aku tangani” Jae Shin langsung pergi meninggalkan Kyuhyun sebelum ia mengungkit masa lalu yang sudah ku hapus dalam ingatanku.

‘Park Jae Shin, terlihat sekali kau masih memiliki perasaan denganku’ batin Kyuhyun.

Kyuhyun POV

Akhirnya aku diperbolehkan pulang setelah beberapa bulan di rumah sakit. Keluargaku dan hyungdeul juga menyambut kepulanganku. Sepertinya mereka sudah tidak sabar melihatku berada di sekitarnya. Setelah ini aku tidak langsung menginap di dorm, aku  akan menginap di rumah sementara mengigat aku sudah dua bulan tidak ada di sana.

“Home sweet home” teriakku ketika memasuki kamarku. Aku langsung merebahkan badanku di atas kasur.

“kalian semua menginaplah dahulu di sini” tawar eomma ku kepada Hyungdeul.

“ah ne. tapi saying sekali kami masih memiliki jadwal malam ini” jawab Eun Hyuk hyung.

“baiklah, kalian semua aku akan menyiapkan minum dahulu buat kalian sebelum bekerja kembali ” ucap Emmaku dan pergi meninggalkan kami di dalam kamar.

“ya ! mengapa kalian menatapku seperti itu?” tanyaku ketika melihat tingkah hyungdeul yang diam saja. tanpa ada jawaban sama sekali dari semuanya hanya tatapan mereka yang tidak berubah, masih menatapku.

“Hyung, aku tau jika aku ini sangat TAMPAN jadi kalian tidak usah melihatku seperti ingin memakanku” celetukku.

“URI MAGNAE COMEBACK !” teriak Leeteuk hyung dan langsung menghambur memelukku dan di ikuti dengan Hyungdeul yang lainnya.

“Ya! Hyung kau ingin membunuh ku hah? Aku sesak ! tidak sadarkah pelukan kalian terlalu erat dan badan kalian yang besar hah ?” Hyungdeul langsung melepaskan pelukannya.

“dasar para ahjussi !!” teriakku

“yak ! dasar setan ! seenaknya saja mengatai kami ahjussi.” Celetuk Leeteuk hyung yang tidak terima.

Jae Shin POV

Ada apa dengan perasaan ku ini ? mengapa perasaan itu kembali ? aishh Cho Kyuhyun mengapa kau melakukanku seperti ini. Apakah hidupku ini adalah permainan bagimu ? otakku terasa berat malam ini. Mengingat kejadianku dengan Kyuhyun tadi pagi. Arggghh Tuhan mengapa kau menjadikan aku manusia yang malang dalam soal asmara.

“Jae Shin ” suara dari ambang pintu membuatku tersentak. Di sana berdiri seorang wanita yang berbalut jas putih dan rambut yang terkuncir kuda. Dia adalah rekan kerjaku sekaligus sahabatku, Lee Jun Hee.

“oh wae, Jun Hee ?” tanyaku.

“ohh kau sedang melamunkan apa ? sampai-sampai kau tidak mendengar panggilanku” ucapnya. Yang sekarang duduk di atas meja kerjaku.

“ahh molla” jawabku dengan wajah murung. Ini hal yang kedua kalinya aku pusing karena namja setan seperti Cho Kyuhyun.

“ayolahh, jangan dipendam sendirian. Apa gunanya ada teman jika kau tidak membagi rasa dukamu. Jadi ? apa yang membuat Dokter Park Jae Shin begitu meyedihkan malam ini ?” tanyanya.

Aku membuang nafas beratku. Tidak salahnya jika aku menceritakan tentang ini kepada Jun Hee. Mungkin dia mempunyai cara untuk keluar dari masalah ini. Aku mulai menceritakan semua hal yang sedang membuatku kalut hari ini. Mulai dari aku menyukai Kyuhyun saat sekolah menengah hingga kejadian tadi.

“ aishhh kau ini benar-benar sangat lemah dalam hal asmara.” Aku hanya diam mendengar cbiran dari Jun Hee. Memang aku sangat lemah dalam hal seperti itu. Aku saja belum merasakan di cintai atau pun saling mencintai. Aku hanya merasakan mencitai seseorang dan berakhir pada cinta bertepuk sebelah tangan.

“berarti dia menanyakan perihal perasaanmu terhadapnya dahulu itu …” Jun Hee menggantungkan perkataannya “mungkin dia sudah memiliki perasaan denganmu” lanjutnya yang membuat diriku tidak percaya dengan perkataan Jun Hee.

“benarkah? Tidak mungkin” sangkalku. Tapi perkataan Jun Hee ada benarnya juga mungkin saja perasaannya sudah berubah.  Tapi tidak mungkin selama 8 tahun tidak bertemu ia masih memiliki perasaan seperti itu. Mungkin saja ia sudah melupakannya. Berhenti berharap Park Jae Shin. Batin Jae Shin.

“itu hanya sebuah analisa ku bukan berarti benarkan ?. Tapi,,, apapun yang terjadi dengannya kau harus menceritakannya lagi denganku. Aku harus tau bagaimana seorang Cho Kyuhyun Sebenarnya” ucapnya dengan ceria. Jun Hee memang seorang fans dari Super Junior tapi dia hanya mengidolakan Lee Dong Hae.

“ne, arayoo jika aku bertemu lagi dengannya. Tapi aku harap tidak ingin bertemu lagi” ucapku. Memang aku tidak ingin melihatnya kembali mengingat perasaanku yang pasti akan meluap apabila melihatnya.

“aisssh perkataanmu itu membuktikan jika Tuhan pasti akan mempertemukan kau dengan Cho Kyuhyun” ucap Jun Hee yang membuat diriku takut akan perkataanku.

“ya ! Lee Jun Hee, jangan menakutiku seperti itu” ucapku geram.

“hehehe, ne ne anggap saja aku tidak berbicara apa-apa denganmu. Ayo kita pulang” ajaknya. Aku dan Jun Hee memang tinggal di apartemen yang sama di dekat rumah sakit ini.

At Waiting Room SBS

Kyuhyun POV

Aku memainkan PSP menunggu acara kami mulai. Super junior hari ini ada di Strong Heart. Jadwal terakhir sebelum kami berangkat ke Japan besok.

“hey Kyu” aku menoleh ke seorang namja yang memanggilku, Kim Jung Hoon manager kami. “ ada telepon dari eomma mu” lanjut Jung Hoon Hyung dan memberikan ponselku.

“ah ne” ucapku singkat dan menerima telepon dari eomma.

“yeoboseyo eomma”

“Kyuhyun-ah, hari ini dapatkah kau datang ke sebuah acara appa ? ada suatu hal penting dalam acara itu” ucapnya yang membuatku penasaran apa yang akan mereka bicarakan dengganku. Sepertinya ada hal yang sangat penting hari ini.

“ah ne eomma aku akan datang” jawabku singkat.

“ yasudah eomma tutup dulu ya. Semangat untuk acaramu hari ini.”

“ne eomma, gomawo” aku memutuskan sambungan teleponku.

“ kalian semua bersiap-siap waktunya sudah mulai” teriak Jung Hoon hyung dari ambang pintu.

Aku membenarkan penampilanku di cermin memastikan bahwa aku tetap tampan di depan kamera nanti.

Jae Shin POV

Aku mengeringkan rambutku yang basah dengan handuk. Ahh rasanya segar sekali setelah berkeramas seperti ini setelah seharian penuh berkerja.

TING TONG

Terdengar suara bel. Siapa malam-malam seperti ini datang ke apartemenku. Jika Jun Hee pasti ia sudah langsung masuk toh dia sudah mengetahui password apartemenku. Aku membukakan pintu dan terkejutnya setelah mengetahui siapa yang dating malam-malam seperti ini ke apartemennya.

“e…omma appa, kenapa kalian kesini ?” tanyaku gugup. Tidak biasannya mereka dating ke apartemenku malam seperti ini. Biasanya mereka ke sini ketika siang hari saja.

“kenapa kau gugup sekali, seperti kami ini adalah polisi yang sedang menggeledah tempat tinggalmu” ucap appa yang sekarang sudah duduk di sofaku.

“ani appa, aku hanya terkejut saja kalian datang ke sini pada malam hari” jawabku.

“abis anak kami satu-satunya sangat sibuk sekali dan sulit menemuinya akhir-akhir ini” kali ini eommaku yang berbicara.

Memangnya apa yang akan mereka bicarakan kepadaku hah ?? apakah penting sekali.

“lalu ?” tanyaku penasaran dengan apa yang membuat orang tuanya rela menemuinya pada malam hari.

“kami hanya ingin mengajakmu makan malam. Kebetulan sekali sepertinya kamu baru saja pulang dari rumah sakit dan pasti kamu belum makan malam kan ?” Tanya appa.

“ahh ne”jawabku singkat.

“kalo begitu cepat ganti baju yang cantik lalu kita pergi” kata eomma menyuruhku berganti baju. Sepertinya ada hal yang di sembunyikan dari orang tuaku ini. Mengapa aku disuruh berias dengan cantik ? ahhh ada apa dengan mereka hari ini ? membuat diriku bingung saja.

Eomma dan appa membawaku ke restoran Jepang. Apakah orang tuaku merencanakan perjodohan denganku ? aku menepis fikiran yang sempat singgah di fikiranku.

“eomma appa, apakah kalian merencanakan hal lain pada diriku ?” tanyaku ketika sampai di restoran.

“ani, kami hanya ingin menemui sahabat Appa yang sudah lama tidak bertemu” jelas eomma yang membuat hatiku sedikit tenang.

“ya sudah ayo kita masuk. Mungkin mereka sudah menunggu” ajak appaku.

Kami menuju ke sebuah ruangan yang sudah di pesan oleh rekan appa.

“annyeong haseyo” appa memberi salam kepada dua orang yang ada di dalam.

“oh annyeong haseyo. Kalian sudah datang, silahkan masuk” seorang ahjussi mempersilahkan kami masuk.

“oh ahjussi ahjumma, annyeong haseyo” Aku membungkukkan badanku memberi salam kepada mereka. Dan betapa terkejutnya aku ketika melihat seorang yang dianggap rekan kerja appa adalah orangtua Kyuhyun.

“Anakku yang laki-laki masih belum datang karena masih ada acara dan perkenalkan ini adalah Ahra anak pertama kami” appa Kyuhyun memperkenalkan Ahra pada kami.

“kau sangat cantik sekali” puji eomma ku ketika melihat kakanya Kyuhyun.

Tiba-tiba terdengar suara pintu bergeser. Kyuhyun datang “annyeong haseyo, mian aku terlambat” Kyuhyun memberi salam dan duduk di hadapanku sebelumnya tatapan kami bertemu.

“gwenchana kami juga baru sampai. Kau pasti sangat sibuk sebagai bintang idola” ucap appa.

“ah ne ahjussi” jawabnya singkat.

“aku tidak menyangka kalian sudah mengenal putri kami Park Jae Shin. Dunia ini memang sempit ya” ucap Eomma.

“ne, kami bertemu dengannya ketika Jae Shin menjadi dokter yang menangani Kyuhyun ketika kecelakaan. Sungguh dia sangat hebat telah membuat kyuhyun kembali.” Kali ini eomma Kyuhyun yang berbicara dengan wajah yang berbinar.

“ah, tidak seperti itu ahjumma. Yang telah mengembalikan Kyuhyun itu adalah tuhan sendiri bukan diriku. Tuhan hanya menjadikanku pelantara” jawabku.

“ya sudah kalo begitu kami ingin membicarakan intinya saja. Tuan Park, kita sudah mengenal Jae Shin dan Kyuhyun sudah mengenal Jae Shin dengan baik mengenang jika mereka ternyata satu kelas jadi … bagaimana jika pernikahan mereka minggu depan” ujar Eomma Kyuhyun

“MWO!!!” aku dan Kyuhyun tersentak mendengarnya. Sudah kuduga ini akan terjadi. Tidak mungkin appa dan Eomma mengajakku bertemu dengan rekan kerjanya. Ini adalah sebuah keanehan.

“pppeernikahan ?” Tanya Kyuhyun meyakinkan.

“ne” jawab eomma Kyuhyun dengan penuh keyakinan. “kami sudah merencanakannya ketika kau keluar dari rumah sakit tiga bulan yang lalu. Dan kebetulan sekali appa Jae Shin adalah sahabat dari appamu” jelas eomma kyuhyun.

Jadi mereka yang sudah membuat rencananya. Huhh Park Jae Shin matilah kau.

“bukankah ini terlalu cepat ?” Tanya kyuhyun.

“ohh kau ingin mempercepatnya ? ya sudah kami akan memajukannya menjadi tiga hari lagi” jawab eomma Kyuhyun.

“ani ani eomma maksudku …” belum sempat Kyuhyun menolak appa Kyuhyun sudah memotongnya.

“kami tidak ingin mendengar penolakan apapun dari kalian, ara ? pernikahan kalian akan di langsungkan tiga hari lagi setelah kyuhyun kembali dari Japan” ucap appa Kyuhyun

“ne” jawab kami pasrah. Aku tidak tau jika orang tua Kyuhyun sangat keras kepala.

Tapi bukankah aku harus senang dengan keputusan orang tua kyuhyun yang menikahkan kami ? mengingat aku sangat menyukai Kyuhyun ketika sekolah dulu? Takdir benar-benar mempermainkanku.

KYUHYUN POV

Aku tersenyum menang ketika mendengar keputusan eomma dan appa untuk menikahkanku dengan Jae Shin. Sungguh aku ingin sekali tertawa melihat wajah terkejutnya ketika eomma dan appa memutuskan hari pernikahan kami. Aku memang meminta eomma dan appa untuk menjadikan Park Jae Shin jadi milikku tapi aku tidak sangka mereka akan melakukan sejauh ini.

Flashback On

Tepat ketika aku pulang dari rumah sakit aku menemui eomma dan appa yang ada di ruang tengah.

“eomma appa” aku duduk di samping eomma yang sedang menonton televisi sedangkan appa sedang membaca koran.

“wae ?” Tanya eomma tetap fokus pada acara televisi.

“eomma, boleh kah aku meminta bantuanmu ?” tanyaku.

“apa bicaralah yang jelas” ucap eomma.

“aku ingin eomma dan appa melamar seorang wanita untukku” ucapku yang membuat eomma dan appa terkejut.

“jinjja? Kau sudah punya pacar ? siapa yeoja itu ? apakah kamu menghamilinya ?” Tanya eomma appa bergantian. Aisss mereka ini menanyaiku hal yang bukan-bukan.

“ani eomma appa. Aku belum punya pacar tapi aku menyukai yeoja itu. dulu ketika aku sekolah yeoja itu menyukaiku  dan aku menolaknya tapi sekarang aku merasakan hal yang sama dengannya. Menyukainya” jelas Kyuhyun

“jadi kamu takut di tolak dengan yeoja itu sama seperti kamu menolaknya waktu dulu ?” tabak appa

“mmm bisa di bilang seperti itu. tapi aku tidak ingin menjadikannya pacar karena suatu saat nanti ia akan lari dariku. Aku ingin ia menjadi istriku” jawabku.

“jadi siapa yeoja itu?” kali ini eomma yang berbicara.

“dokter Park Jae Shin yang memeriksaku ketika koma” jawabku

“baiklah akan appa ada eomma usahakan.” Ucap eomma. Bibir Kyuhyun tertarik membetuk senyuman ketika mendengar perkataan orang tuannya.

“gomawo eomma” ucapnya dan memeluk eomma dan appanya

Flash Back Off

Park Jae Shin kau sekarang akan selalu berada di jangkauanku. Ucap kyuhyun dalam hati.

Jae Shin POV

Apa lagi yang sedang Tuhan rencanakan pada hidupku ? mengapa hanya dia yang selalu mengelilingi kehidupanku. Bukankah masih ada namja lain seperti dirinya ?

Hari ini aku mengambil cuti selama satu minggu. Sudah pasti ini bukanlah kemauan diriku melainkan calon mertuaku. Mereka ingin mengajakku untuk mempersiapkan pernikahan yang akan di selengggarakan lusa.

“Jae Shin” panggil Jun Hee. Yang berlari kecil menhampiriku.

“wae ?” tanyaku

“mengapa kau mengambil cuti ?” tanyanya.

“ahh itu, lebih baik kita bicarakan di kantin saja yuk” ajakku. Banyak sekali yang harus aku bicarakan padanya.

Aku mengaduk-ngaduk minumanku bingung harus menceritakan dari mana.

“jadi mengapa kau mengambil cuti hah?” tanyanya

“aku akan menikah” jawabku

“hah ? menikah?” teriaknya yang membuat seluruh kantin menatap kami.

“aisssh tidak bisakah kau tidak berteriak? Pernikahanku tidak boleh di ketahui oleh siapapun” jelasku

“lalu, dengan siapa kau menikah ? jangan-jangan ….” Jun Hee menggantungkan kalimatnya. Pasti dia sudah mengetahui siapa calon suamiku. Aku menganggukkan kepalaku menyutujui siapa yang sudah di fikirkan oleh Jun Hee.

“tapi mana mungkin. Mengingat semenjak kecelakaan itu kau dan kyuhyun tidak bertemu lagi.” Tanyanya yang heran.

“memang kami tidak beremu tapi appaku dan appanya bertemu. Huhhh sunggunh membuatku frustasi” keluhku.

“kenapa frustasi bukankah kau menyukai Kyuhyun? Seharusnya kau merasa senang” ujarnya. Aku sendiri bingung mengapa aku selalu frustasi menikah dengan Kyuhyun. Seharusnya aku merasa senang ?

“aku juga aneh pada diriku. Apa mungkin perasaan itu sudah hilang ?” tanyakku pada diri sendiri.

“sudahlah mungkin degan pernikahan ini kau akan menemukan perasaanmu yang sebenarnya” ucap Jun Hee yang menepuk pundakku.

“jadi kapan pernikahanmu di laksanakan ?” tanyanya

“lusa”

“mwo !!” lagi-lagi ia berteriak.

“tidakkah terlalu cepat ? aishh kau ini sudah hampir membuatku jantungan dua kali” kesal Jun Hee.

“hahaha. Oh aku harus menemui eomma Kyuhyun. Sampai jumpa Jun Hee-a” pamitku tapi aku kembali lagi menghampiri Jun Hee.

“kau harus merahasiakannya ara? Dan kau harus datang lusa” ucapku sebelum pergi

@Japan

Kyuhyun POV

Hari ini adalah hari terakhirku di Japan. Dan itu berarti aku akan menikah dengan Jae Shin. Ahh sudah tidak sabar menunggu hari esok. Tidak sadar aku tersenyum mengingatnya.

“Kyu, mengapa kau tersenyum seperti itu?” Tanya Hyuk yang melihatku duduk tersenyum. Ahh lebih baik aku memberi tahu pada hyungdeul saja.

“Hyung !!!” teriakku di ruang tengah “bisakah kalian berkumpul di ruang tengah” semua hyungdeul keluar dari sarang (?)nya dan berkumpul di ruang tengah.

“ada apa sih ini setan. Tumben sekali ia menyuruh kami berkumpul” keluh Dong Hae yang masih setengah sadar. Mungkin dia sudah tertidur karena lelah dengan konser kami.

“besok kita tidak ada jadwalkan ?” tanyaku pada Hyungdeul. Mereka semu hanya menghela nafasnya.

“jika kau ingin menanyakan besok kita libur lebih baik tanyakan saja pada Jung Hoon hyung sendiri tidak perlu mengumpulkan kami begini. Aku elah kyu” keluh Hee Chul Hyung.

“aisss tidakkah kalian bersabar mendengarkan pembicaraanku. Aku harap kalian besok hadir di pernikahanku” celetukku kesal karena melihat Hyungnya menggerutu. Sontak mereka terdiam kaget mendengar sebuah kata yang aneh keluar dari mulut Kyuhyun.

“kau tadi bilang apa ?” Tanya Lee Teuk Hyung.

“aku harap kalian datang di pernikahanku” ucapku sekali lagi.

“MWOOOO!!” Sontak ruangan ini menjadi riuh karena teriakan terkejut dari Hyung deul.

“kau akan menikah ? dengan Siapa ?” tanya Eun Hyuk Hyung.

“aku akan menikah dengan dokter yang merawatku ketika aku koma dahulu. Dia adalah teman lamaku” jawabku riang.

“tapi bagaimana kau bisa ??” Tanya Lee teuk hyung. Aku mulai menceritakannya kepada Hyungdeul tentang Park Jae Shin.

“ohhh.. jadi dia. Tak kusangka aku akan di dahului oleh si setan ini” ucap Leeteuk hyung dengan murung.

“tenang hyung. Aku akan mencarikannya untukmu” ucap Eun hyung menenangkan.

“ya !memangnya aku ini tidak laku apa ? dicarikan Yeoja. Aku ini masih tampan” ucap Lee teuk hyung yang mulai menyombongkan diri.

“baiklah, aku ingin berkemas mala mini juga kita harus pulang” suruh Kyuhyun yang sudah memasuki kamarnya. Membiarkan hyungnya adu mulut.

Wedding Day

Author POV

Jae Shin menunggu di ruang rias. Tubuhnya berbalut gaun pengantin yang sangat indah dengan bahu terbuka. Jae Shin berharap semoga keputusan yang ia ambil dapat membawanya dalam sebuah takdir yang nyata dan menemukan titik terang dari apa yang telah ia rasakan saat ini. Bahagia ? tidak , sedih ? juga tidak yang ia rasakan. Hanya rasa gugup yang mendominasi dalam dirinya hari ini.

“Jun Hee-a, apakah tamunya banyak ?” Tanya Jae Shin. Terlihat ia tampak sangat gugup untuk hari ini.

“aniyo, hanya ada member Super junior dan orang tuamu saja” jawab Jun Hee. Memang pernikahan kami sangat tertutup mengingat Kyuhyun adalah bintang idola yang harus mempertahankan imagenya di depan public. Jadi yang menghadiri pernikahan kami hanyalah orang tua kami dan member super junior.

“Jae Shin-a, kau harus memperkenalkanku pada Dong Hae oppa” mohon Jun Hee yang dari tadi hanya memandangi  Dong Hae dari balik pintu ruang riasku.

“ne, pasti aku akan memperkenalkanmu setelah acara pernikahan” jawabku meyakinkan Jun Hee.

“jinjja ? huaa Gomawo Jae Shin-a” ucapnya berbinar dan langsung memelukku. Aku hanya membalasnya dengan senyuman yang bisa terbilang di paksakan.

“ya ! senyumnya tidak perlu dipaksakan seperti itu” protes Jun Hee setelah menatap wajah Jae Shin.”kau hanya perlu menjalaninya seperti air yang mengalir. Aku tau perasaanmu saat ini. Tapi percayalah dengan perkataanku waktu itu ‘ kau akan menemukan perasaan sebenarnya ketika kamu selalu bersamanya’” ucapnya yang membuat air mataku mengalir membasahi pipiku.

“jadi Park Jae Shin, jangan bersedih jalani dengan senyuman aku yakin kamu bisa menemukan perasaanmu itu” ucap Jun Hee dengan senyumannya.

“di hari pernikahan jangan menangis seperti ini. Nanti orang fikir pengantin wanitanya jelek karena matanya membengkak” Jun Hee menghapus air mata Jae Shin. “sekarang tersenyumlah” suruhnya lagi dan langsung di ikuti dengan senyuman Jae Shin.

KYUHYUN POV

Bagaikan sebuah mimpi aku dapat berdiri di samping Jae Shin di sebuah altar. Sekarang ia sudah resmi menyandang marga Cho di depannya. Senyumnya nampak menghiasi pernikahan ini. Sungguh aku sangat bahagia hari ini.

“Jae Shin, ayo kita temui Hyungdeul” ajakku dan langsung menarik tangannya.

“hyung!” panggilku pada Hyungdeul yang sedang berdiri di dekat tempat minuman.

“ah, Kyuhyun. Selamat atas penikahan kalian” para Hyungdeul mememberikan selamat padaku.

“oh, perkenalkan ini istriku” ucapku memperkenalkan Jae Shin pada hyungdeul. Ia menyambutnya dengan senyuman dan membungkuk.

“kau Dokter Park kan ?” Tanya Hee Chul hyung. Yang tampaknya sudah mengenali Jae Shin.

“oh kau dokter yang menangani Kyuhyun dahulu. Ahhh lama tidak bertemu” kali ini Sung min hyung yang mengenalinya.

“Sepertinya kalian sudah mengenal Jae Shin” ucapku.

“ne, aku sering bertemu jika para hyung mu sedang menjengukmu Kyu.” Jelas Jae Shin.

“Jae Shin-a!” Jae Shin menoleh pada orang yang memangilnya.

“oh, Jun Hee-a.” panggilnya. “oh eum oppadeul … perkenalkan ini sahabatku Lee Jun Hee. Dia sangat menidolakan kalian” Jae Shin memperkenalkan sahabatnya itu.

“oh annyeong haseyo” ucap Leeteuk Hyung “lalu siapa yang paling kau sukai di antara kami” Tanya Eunhyuk hyung pada Jun Hee.

“Dong Hae oppa” jawabnya.

“ohh kamsahabnida” ucap Donghae Hyung.

“ne oppa” jawab Jun Hee yang menundukkan kepalanya karena malu.

“Jae Shin-a, kau ditunggu oleh keluargamu di lobi” pesan Jae Shin.

“ohh baiklah kami akan kesana sebentar lagi” jawabku pada Jun Hee.

“baiklah aku pergi dahulu. Annyeong semuanya” pamit Jun Hee yang langsung meninggalkan kami.

“hyung, aku juga harus pergi menemui keluargaku. Sampai bertemu lagi besok. annyeong” pamitku dan langsung menggandeng lengan Jae Shin.

@apartemen

Author POV

Jae Shin dan Kyuhyun memasuki apartemen yang di beli Kyuhyun. Apartemen ini dekat dengan dorm Super Junior. Ia sengaja menempatinya karena agar media tidak curiga bahwa ia sudah menikah. Apartemen Kyuhyun berada di lantai 18 sedangkan dorm Super Junior berada di lantai 11 dan 12.

Jae Shin menjatuhkan diri di sofa. Acara pernikahan ini membuat badannya terasa lelah karena harus berdiri. Ia membuka High heels yang ia pakainya dan memijat kakinya sendiri. Sungguh kaki ini terasa seperti ingin putus.

“kau mandilah dahulu” suruh Kyuhyun.

“kau saja duluan aku masih pegal” jawabnya tanpa melihat Kyuhyun sedikit pun. Jae Shin sedang sibuk memijat kakinya.

“biarlah aku yang pijat” Jae Shin terdiam saat Kyuhyun memijat kakinya.

“Kyu.. sudahlah.” Jae Shin menyingkirkan tangan Kyuhyun dari kakinya. “aku akan mandi” Jae Shin pergi  menuju kamarnya meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam akibat sikap dingin dari Jae Shin. Lebih tepatnya kamar yang akan di tempati Jae Shin dan Kyuhyun.

Kyuhyun POV

Aku masih terdiam melihat sifat dingin Jae Shin. Mengapa ia berubah sikapnya seperti ini. Apakah mungkin ia membenciku karena pernikahan ini ? arhhh Kyu kau telah mengubah sikap hangatnya menjadi dingin.

“Kyu mandilah” suruhnya dengan rambut yang basah lalu ia kembali masuk ke kamar.

Apakah aku telah menyakitimu Jae Shin-a ? Tanyaku dalam hati. Ia baru menyadari jika senyumnya yang menghiasi acara pernikahan tadi adalah palsu. Ia hanya memaksakan senyumannya itu agar terlihat wanita yang menikah.

aku memasuki kamar. Dan mendekati diri Jae Shin yang sedang duduk di atas kasur.

“Jae Shin-a” panggilku pelan. Dia hanya bergumam menjawab panggilanku

“apakah kau bahagia menikah denganku ?” tanyaku yang membuat dirinya terdiam. Dia menghembuskan nafasnya “aku bahagia” jawabnya singkat tanpa melihatku. Bohong ! kau mengatakan itu untuk membuatku bahagia kan ?

“jawab aku yang jujur tatap aku” aku menghdapkan wajahnya agar aku dapat menemukan kebohongan yang di simpannya.

“aku bahagia kyu” jawabnya sekali lagi.

“kau bohong ! matamu mengatakan kamu sebaliknya” jawabku. Dia tertunduk.

“aku tidak merasakan bahagia atau apapun kyu aku hany merasakan perasaan yang membuatku bingung untuk menjawabnya” jelasnya

“mengapa kamu bingung ? bukankah kau menyukai diriku dahulu dan terakhir kali aku menjalani terapi matamu juga masih merasakan hal yang sama yaitu menyukaiku”

“itu perasaan dahulu kyu, sekarang berbeda. Perasaanku kosong ketika orang tua kita menyuruh kita menikah, sebelumya memang aku selalu ingin bertemu denganmu tetapi ketika kita akan menikah aku bingung dengan perasaanku yang tiba-tiba menghilang. Aku pusing memikirkan hal itu. mengapa di saat aku mendapati dirimu perasaan itu hilang padahal ketika kau bukan miliku aku berusaha membuat perasaan ini menghilang namun perasaan ini tak kunjung hilang. Dan ketika aku sudah yakin perasaan itu menghilang lagi-lagi kau muncul di tempat kerjaku dan membuat ku memiliki perasaan denganmu” jawabnya sambil menangis.

“aku ini seperti sedang di permainkan oleh takdir.” Isaknya aku langsung memeluknya membiarkan ia meluapkan apa saja yang sudah di pendamnya.

“Maafkan aku. Jika saja waktu itu aku memiliki perasaan yang sama denganmu mungkin kau tidak akan merasakan sakit seperti ini. Mianhae Park Jae Shin aku baru menyadari sekarang.” Ucapku menenangkannya.

Aku melepaskan pelukanku dan menghapus air matanya. “uljima, aku akan mengisi kembali perasaanmu dengan rasa cintaku. Entah aku kapan perasaan itu akan penuh di hatimu. Tapi aku yakin membuatmu kembali tergila-gila padaku” ucapku meyakinkan.

“jika begitu bolehkah aku … membuktikannya sekarang?” tanyaku. Dia menutup matanya membuktikan aku mendapatkan persetujuannya malam ini. Ku mendekatkan wajahku dengan wajah kaminya lalu bibirkami bertemu. Namun beberapa saat ia mendorongku melepaskan ciuman kami.

“aku lelah Kyu. Lain kali saja ara? Kau mandilah” suruhnya dan membuatku kecewa.

“ne baiklah” dengan wajah kecewa aku masuk ke kamar mandi. Baiklah setidaknya ia sudah mulai berusaha menerima ku kembali dalam hatinya.

“nona Jae Shin, kau tidak ingin mandi bersamaku?” Tanya ku sebelum masuk di kamar mandi.

“Shireo !cepat mandi!” suruhnya dan langsung melempar bantal ke arahku.

Cinta itu memang sakit apa bila kita tidak dapat memilikinya namun cinta itu berubah menjadi indah apa bila kita sudah memiliknya sepenuhnya.

THE END

(FF) Love Hurt

Cast : Park Jae Shin

Shin Jae Hoon

Go Yuru

Lee Sa Chin

ini adalah sebuah cerita yang 75% real nyata. ini pernah dialami oleh seseorang namun sebagian ada dari imajinasi saya. jadi saya harap kalian dapat menyukai cerita saya ini. jika bias tolong tinggalkan jejak ya ^^ happy reading

Apakah kalian mempercayai adanya takdir di dunia ini? takdir yang diberikan tuhan untuk kita sebagai mahluk-Nya sedangkan kita sebagai makhluk-Nya tidak mengetahui apa yang di takdirkan oleh-Nya. Tuhan hanya memberikan sebagian kecil petunjuk untuk kita ketahui apa yang ditakdirkan-Nya. Kita hanya berusaha untuk menemui apa takdir Tuhan itu. Termasuk jodoh yang akan hidup bersama kita nanti dimasa depan juga merupakan takdir tuhan.

Friday, January 18th  2013

17.00 KST

Han Park

Jae Shin duduk di bangku tama kota. Beberapa kali ia menggosok-gosokkan tangan untuk menghangatkan tubuhnya. Cuaca di Seoul saat ini sangat dingin menandakan musim dingin akan dimulai. Ia mengeratkan jaket dan mengedarkan keseluruh taman kota mencari seorang yeoja yang merupakan sahabatnya, Go Yuru. Namun, ia menangkap seorang namja yang sudah sangat dikenalnya. Shin Jae Hoon, teman sekelasku saat ini. namja itu berdiri di pinggir air mancur taman kota dengan postur tubuh tinggi yang berbalut coat berwarna abu-abu dengan syal yang melilit dilehernya dan rambutnya yang kaku itu dibiarkan terkena salju yang mulai turun.

Jae Shin memegang dadanya memastikan jantungnya berdetak dengan normal seperti biasa tapi ternyata berdetak lebih cepat dari biasanya. Tanpa berfikir panjang ia melangkah mendekati Shin Jae namun terhenti karena seorang yeoja menghampiri namja itu. ia menyipitkan matanya untuk melihat siapa yeoja yang sedang bersama dengan Shin Jae. Mereka tertawa dan pergi dengan yeoja yang mengamit tangan Shin Jae. Tiba-tiba yeoja itu merasakan rongga dadanya sesak. Melihat namja yang sangat ia sukai selama setahun ini pergi bersama dan tertawa lepas dengan yeoja. padahal namja itu sangat terkenal dingin dengan para yeoja di sekolahnya.apakah mereka berpacaran ? ahhh, fikirannya sangat penuh hari ini.

“Jae Shin!” ia menoleh. Di sana sudah ada sahabatnya, Yuru berdiri di belakangnya. “kau sudah melihatnya” tanyanya hati-hati.

“ne” jawab Jae Shin singkat.

“mianhae, aku terlambat” ucap Yuru menyesal merasa bersalah karena membiarkan sahabatnya menunggu dan melihat kejadian yang terjadi beberapa menit yang lalu.

“gwenchana” Jae Shin tersenyum berusaha menyembunyikan perasaannya “kau mengajakku bertemu ingin memberi tahu tentang ini kan?”

“ne, tapi aku berusaha untuk memberitahumu melalui mulutku bukan melihatnya secara langsung seperti ini” ucapYuru.

“ahh lebih baik seperti ini kan? Mengetahui dengan mata kepala sendiri. Sudahlah jangan murung seperti itu” Jae Shin memegang bahu Yuru “bukankah seharusnya aku yang murung karena sudah mengetahui tentang itu? “

“tapi, kau baik-baik saja kan?” tanya Yuru.

“aku berbohong jika aku mengatakan baik-baik saja. ahhh di sini dingin ayo kita makan jjajangmyun” Jae Shin menarik lengan Yuru ke sebuah kedai jjajangmyun di pinggir jalan.

**********************
Shin Jae POV

Shin Jae memandangi kota seoul yang sudah mulai ditutupi putihnya salju. Sekarang ini aku dan Sa Chin sedang berada di kincir angin. Sa Chin adalah yeojachinguku. sudah seminggu kami berpacaran dan ini adalah kencan pertama kami. Entahlah sihir apa yang ia pakai untuk membuat fikiranku berubah. Yeoja bertubuh mungil dengan rambut coklat panjang yang bergelombang dan kulit yang putih sudah merubah sikap dinginku pada wanita menjadi hangat seperti ini. padahal kami baru saja mengenal sebulan yang lalu ketika kami latihan band bersama yang kebetulan sekali dialah yang akan menjadi vokalis bandku. Aku ini seorang drummer.

“Shin Jae-ah lihat itu” Sa Chin menunjuk ke arah sebuah tempat ice skatting “ aku ingin sekali mencobanya tapi sayang sekali aku tidak bisa” ucapnya murung.

“nanti kita akan ke sana. Aku akan mengajarimu bermain ice skatting.” Tawarku. Kemudian sebuah senyuman terukir di wajahnya yang manis itu.

“baiklah aku anggap itu sebagai janjimu” ucapnya.

“ne, yaksokhae. Nona Lee Sa Chin” ucapku dengan penuh penekanan.

“gomawo” ucapnya kegirangan bagaikan anak kecil yang dijanjikan oleh ayahnya.

“huhhhhh dasar anak kecil’ ucapku gemas sambil mengacak-ngacak rambutnya.

“ya! Shin Jae Hoon!” bentaknya sambil merapikan kembali rambutnya yang tadi berantakan akibat ulahku.

“oke, ayo kita makan jjajangmyun. Aku sudah lapar sekali” ajakku setelah turun dari kincir angin.

*****************************

kami sampai di sebuah kedai jjanjangmyun yang berada di pinggir jalan. Kedai sangat ramai sekali. Mungkin karena musim dingin sehingga tempat ini menjadi sangat ramai. Aku mengedaran ke seluruh ruangan mencari meja yang kosong.

“Shin Jae. Di sana.” Tunjuk Sa Chin ke arah meja yang kosong di dekat etalase.

Setelah kami duduk Seorang pelayan memberikan buku menu.

“kau ingin pesan apa ?” tanyaku.

“aku jjajangmyun dan orange juice” pesannya pada pelayan itu.

“aku juga sama” ucapku dan pelayan itu pergi.

“ya! Jae Shin cukup minumnya kau sudah mabuk” aku mendengar seorang meneriaki nama yang ku kenal. Aku menoleh ke arah sebuah meja meja di sampingku. Yuru, Jae Shin ? aku baru pertama kali melihat Jae Shin mabuk seperti ini. dia adalah orang yang paling anti dengan alcohol tapi mengapa dia menjadi seperti ini? apa yang terjadi dengannya? Apakah dia mengetahuinya? Aku sudah mengetahui jika dia sangat menyukaiku. Dia sendiri yang mengatakannya. Cukup berani bagi seorang wanita mengungkapkan sebuah pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh seorang laki-laki. tapi, bukankah dia sudah bilang menyerah dua minggu yang lalu?

“aku masih ingin meminumnya lagi Yuru-ah. Aku baru mengetahuinya jika minuman ini dapat menghilangkan rasa sakit hatiku. Ini benar-benar obat sakit hati Yuru-ah” ucapnya sambil mabuk. Sesakit itukah Jae Shin?  ‘Mianhae’ batinku. Ada perasaan menyesal melihat Jae Shin yang mabuk seperti itu. ‘seharusnya aku tidak menolaknya waktu dulu’

“Shin Jae” panggil Sa Chin sambil melambaikan tangan di depan wajahku.

“ah, ne” aku tersadar dari lamunanku.

“makanlah makananmu sudah dingin” suruhnya. Aku langsung memakan jjajangmmyun yang sudah tersedia di depanku.

*********************
Sa Chin POV

Aku melihat Shin Jae sedang memandangi seorang yeoja di samping meja kami. Yeoja itu bukankah sunbaeku yang merupakan teman sekelas Shin Jae tapi yeoja yang sedang mabuk itu aku tidak pernah melihat orang itu di sekolah. Apakah mantan Shin Jae ? ah ani. Aku menggelengkan kepalau menghilangkan fikiran buruk yang sedang berusaha memenuhi benakku. Tidak apa-apa bukankah Shin Jae sudah dimilikinya?

“Shin Jae” panggilku sambil melambaikan tangan di depan wajahnya yang sedang melamun.

“ah ne” dia tersentak.

“makanlah makananmu sudah dingin” suruhku padanya. Dan ia langsung memakan jjajangmyunnya. Apa yang sedang dilamuninya? Siapa yeoja mabuk itu sebenarnya? Sungguh aku mulai diselubungi rasa penasaran.

“Jae Shin!” aku mendengar sunbaeku membentak temannya yang sudah sangat mabuk. Ia mengambil botol yang hendak dituangkan kembali ke dalam gelas milik yeoja mabuk itu.

“kau sudah minum tiga botol dan sekarang yang ke empat. Kau tidak mabuk hah?” ucapnya dengan khawatir melihat kelakuan temannya itu. aku bergantian melihat ekspresi Shin Jae yang berubah menjadi khawatir melihat yeoja mabuk yang bernama Jae Shin itu.

“Yuru-ah, kau mengerti aku kan? Aku.. sudah bertahan dengan dengan rasa sakit karena menyukai Shin Jae selama setahun dan sekarang biarkan aku melupakannya dengan seperti ini” ucap Jae Shin yang mulai menangis.jadi, dia bukan mantan Shin Jae tapi hanya menyukainya saja. tapi mengapa wajah Shin Jae sangat khawatir melihatnya. Apakah ia menykainya juga? Lalu ? selama ini apa yang dikatakannya padaku. Tiba-tiba au ingin sekali menangis memikirkan hal itu.

“tapi ini bukan sepertimu Jaa Shin! Bermabuk-mabukkan itu bukan tipemu” ucap Yuru. Sekarang aku mengetahui nama sunbaeku itu.

“aku bukanlah Jae Shin yang dulu lagi. Jae Shin yang dulu sudah menghilang tepat aku melihatnya bersama. Sekarang berikan botol itu” Jae Shin merebut kembali botol itu dan menuangkan kembali ke gelasnya.

Namun tiba-tiba Shin Jae berdiri dan mencengkeram tangan Jae Shin. Sungguh itu hari ini hatiku bagaikan di tusuk oleh beribu-ribu jarum.menyakitkan.

“oh kau…” ucapJae Shin sambil menunjuk ke Shin Jae. “kau … Shin ..”

“Cukup !!” bentak Shin Jae sehingga yeoja itu tidak dapat meneruskan kata-katanya.lalu Shin Jae menarik keluar dari kedai ini. aku hanya dapat melihat punggungnya yang mulai melangkah menjauh.

Aku mengepalkan tanganku menahan amarah dan rasa sakit yang mulai menyerbuku.

“kau Sa Chin kan?” aku menoleh. Yuru memanggilku.

“duduklah aku ingin berbicara denganmu” suruhnya.

*************************

Shin Jae POV

Aku masih menarik tangan Jae Shin keluar “lepaskan ! Shin Jae Hoon!” bentaknya sambil meronta melepaskan cengkeramanku dilengannya. Tapi aku tetap saja tidak melepaskannya dan membawanya di sebuah bangku taman.

“Kau ! lepaskan! Itu sangat menyakitkan!” bentaknya aku melepaskan cengkeramanku. Dia jatuh terduduk di bangku taman tidak tahan lagi menahan beban tubuhnya. Mungkin kepalanya sangat sakit.

“kau ! tak cukupkah membuat diriku hancur karena perasaan ini ? kau tau rasanya seperti apa?” tanyanya sambil menatapku yang masih berdiri kaku di sampingnya. “sakit! sakit sekali” ucapnya mabuk sambil memukul dadanya

“menyerahlah” ucapku menghentikan tangannya yang berusaha memukul dadanya.

“apa ? menyerah?” tanyanya sambil terkekeh “aku ini memang sudah menyerah. Bukankah aku sudah mengatakannya padamu?” memang dirinya pernah berkata menyerah dengan perasaannya terhadapku dua minggu yang lalu.

FlashBack

aku bermain gitar di atap sekolah yang merupakan tempat kesukaanku. Di sini sangat sepi jadi aku dapat berkonsentrasi dengan gitarku ini.

 

“aku dengar kau sedang dekat dengan yeoja yang merupakan hobae kita?” ucap Jae Shin yang sejak kapan sudah berdiri di pagar atap sekolah.

 

Bagimana dia tau tempat ini ? apakah ia mengikutiku ? sungguh yeoja ini benar-benar.

 

“ kau ! bagaimana kau tau tempat ini?” tanyaku heran.

 

“kau tidak perlu tau aku mengetahui tempat ini dari mana dan dari siapa. Jadi kau benar sedang dekat dengan hobae kita?” tanyanya sekali lagi sambil menatapku.

 

Aku terdiam. Tidak tau ingin mengatakan apa. Tapi yang dikatakannya benar aku sedang dekat dengan seorang yeoja.

 

“ternyata benar. Baiklah. Ini saatnya aku mengatakannya.” Dia menarik nafas dan menghembuskannya kembali. “aku menyerah” ucapnya yang membuat aku bingung.

 

“Aku menyerah dengan perasaanku terhadapmu. Tapi keinginanku tercapai karena membuatmu menyukai seorang yeoja. walaupun usahaku gagal jadi chukkae” ucapnya sambil senyum dipaksakan.

FlashBack End

“aku memang sudah menyerah tapi fikiran dan hatiku tidak ingin menyerah” ucapnya yang mulai terisak. “terlalu sakit jika aku terus menunggu perasaan ini menghilang begitu saja sedangkan kau selalu berkeliaran di depan mataku tarus. Maka dari itu aku ingin menghilangan secara paksa walaupun aku menyakiti diriku sendiri. huhhhh” tiba-tiba ia terlelap dengan kepala di bahuku.

Sehancur inikah dirimu ? sampai-sampai kau ingin melukai dirimu sendiri? Sadarlah aku ini bukanlah namja baik yang selama ini kamu katakan. Aku ini namja jahat yang membuat para yeoja yang selalu menangis. Sama seperti orang lain katakan tentangku tapi kau terus menyangkalnya dan selalu mengatakan jika aku ini orang yang baik-baik saja.

*************************************

Sa Chin POV

“mianhae atas perlakuan temanku tadi dan mian membuat kencan pertamamu dengan Shin Jae menjadi berantakan” ucap Yuru

“gwenchana sunbae” jawabku “tapi… bolehkah aku bertanya ?” aku memberanikan diri menanyai siapa sebenarnya yeoja mabuk yang bernama Jae Shin tadi.

“ah ne, silahkan. pasti kau ingin menanyakan tentang Jae Shin, hm?” tebaknya.

“jika sunbae tidak keberatan”

“apa yang kau dengar dari mulut Jae Shin tadi adalah benar. Dia menyukai Shin Jae selama setahun. Tapi dia sudah mengatakan dengan Shin Jae bahwa ia menyerah dengan perasaannya itu dua minggu yang lalu. dulu dia pernah menatakan tidak pernah jatuh cinta kepada namja sekalipun karena dia sudah cukup di khianati dengan namja. Tapi semenjak bertemu dengan Shin Jae dia berubah fikiran dan mulai mencoba membuka hatinya walaupun waktu itu Shin Jae masih bersifat dingin. Sering sekali dia mengeluh lelah karena Shin Jae tidak melihatnya sedikitpun. Entah dia selalu bersemangat ketika ia mengingat nama Shin Jae yang sama dengannya ia mulai bersemangat untuk berusaha mengubah sikap Shin Jae yang dingin dan melihat dia untuk sekali saja. ketika ia mendengar bahwa Shin Jae berubah sikap yang menjadi hangat kepada yeoja dia sangat senang karena keinginanya tercapai tapi dia sangat kecewa bahwa Shin Jae merubah sikapnya bukan untuk dirinya melainkan untuk dirimu. Dan mulai kejadian itulah Shin Jae bertekat merubah perasaanya.” Jelasnya panjang lebar.

Aku tidak tau jika Jae Shin sunbae melakukan banyak hal untuk Shin Jae. Berbeda dengan diriku yang hanya bisa bergelayut manja dengan Shin Jae. Apa yang harus aku lakukan saat ini?

“aku baru pertama kali melihat dirinya menyakiti dirinya sendiri dengan berminum alcohol sebanyak ini. sebelumnya dia sangat anti dengan yang namanya alcohol. Tapi kali ini berbeda setelah mengetahui Shin Jae sudah berpacaran dengan mu. Aku takut Jae Shin melakukan hal yang buruk lagi untuk melupakan Shin Jae” jawabnya murung.

“tapi kau jangan khawatir. Shin Jae bukanlah orang yang jahat. Dia tidak ingin merusak hubungan kalian berdua. Dia melakukan ini hanya untuk melihat kalian berdua bahagia tapi cara yang dia lakukan salah” sergahnya dengan cepat berusaha tidak membuatku khawatir. Tapi tetap saja ada perasaan bersalah karena membuat Jae Shin sunbae menjadi seperti ini.

Drrrrttttt

Ponselku bergetar menandakan ada pesan masuk.

Shin Jae oppa?

From : Shin Jae

To : Sa Chin

 

“mianhae untuk hari ini aku tidak bisa menemanimu makan dan mengantarmu pulang. Aku harus mengantarkan Jae Shin pulang. Kau tidak marah kan ? aku akan menjalaskannya besok di sekolah. Arachi?”

Bahkan Shin Jae oppa lebih mementingkannya daripada aku yang sebenarnya yeojachingunya sendiri. Apakah kau mencintai diriku oppa? Atau hanya kau menganggapku sebagai pelarian untuk menghindar dari yeoja itu?. sesak sangat sesh sekali.

“Apakah itu Shin Jae?” tanya Yuru sunbae.

“ne, ia mengantarkan Jae Shin sunbae pulang” jawabku sekenanya “ sunbae, aku pulang duluan ya. Annyeong” pamitku padanya aku tidak bisa berlama-lama disini. Aku ingin menangis sekuatnya sungguh ini sangat menyesakkan.

***************

Jae Shin POV

Ahhhh aku merasakan kepalaku sangat sakit. berapa botol yang aku minum tadi malam? Aku berusaha mengingat kejadian tadi malam. Arghhhh !!! tidak bisa. Kepalaku terlalu sakit untuk mengingatnya. Jadi apa yang aku lakuakan disaat mabuk berat?

“annyeong” seseorang memasuki kelas. Kelas ini masih sepi hanya ada aku dan …. Shin Jae ! sejak kapan ia datang ?

Shin Jae duduk di sampingku sambil mendengarkan music di ponselnya.

“annyeonggg Jae Shin-a!” sapa Yuru yang baru saja datang dengan wajah riang. Ada apa dengannya hari ini ?

“annyeong” jawabku seadanya.

“wae? Apakah kepalamu masih sakit karena mabuk tadi malam?” aku langsung membekap mulutnya. Apakah dia gila ? menanyakan aku mabuk di dalam kelas dan di sekolah? bagaimana jika ada yang mengetahuinya dan melaporkan pada guru. Aihhh mati aku jika sampai harus di keluarkan dari sekolah ini.

“ya! Micheoseo! Jangan keras-keras phabo!” bentakku sambil melepaskan bekapan di mulutnya. Aku melirik ke arah Shin Jae yang langsung mengalihkan perhatiannya ke ponselnya. Ada apa dia? Mengapa tatapannya seperti itu padaku? Aissshh dasar nappeun.

“ne ne mian. Geurom, gwenchanayo?” tanyanya sekali lagi.

“huh!” aku mendesah. Menjatuhkan badanku pada kursi tempat duduk. “angwenchana, kepalaku sakit sekali. Dan lebih tepatnya aku tidak mengingat kejadian saat aku mabuk. Huffttt. Jadi apa yang aku lakukan saat itu? kau yang membawaku pulang kan?” Keluhku.

“siapa suruh kau meminum banyak sekali. Dan yang mebawamu pulang bukan aku tapi namja yang kau anggap mirip dengan taecyeon 2pm”aku berfikir sejenak. Siapa namja yang aku anggap mirip dengan taecyeon 2pm. Hmm omo!

“Shin Jae !” jawabku dan diikuti dengan anggukkan kepala Yuru. “bagaimana bisa?” tanyaku.

“tidak ingat sama sekali ?” aku hanya menggelengan kepalaku. “tidak sama sekali ?” tanyanya meyakinkan. Aku berfikir sejenak.

“aku mengingatnya ketika ada seseorang yang menarik tanganku ke taman” aku mengingat kilasan yang terjadi malam itu. tapi aku tak tau lagi selebihnya. Berusaha mengingatnya membuat kepalau bertambah sakit” keluhku sambil memegangi kepala.

“ne, arraseo. Aku akan menceritakannya nanti. Sekarang sudah masuk jam pelajaran”

“baiklah nona Go Yuru”

************************

Tuesday, 19 March 2013

09.00 KST

Paran School

Jae Shin POV

Aku menatap langit yang begitu cerah, memejamkan mataku membiarkan semilir angin menerpa wajahku. Sudah sekian kali aku menghembuskan nafas. Kepalaku sangat berat setelah mendengarkan percakapan seorang siswa di toilet tadi.

‘sebenarnya apa sih yang kalian rasakan ketika pacaran ?’

‘perasaanku biasa saja. Sebenarnya aku sudah bosan dengan pacaran. Pacaran itu hanya  manis awalnya saja akhirnya mah pahit’

‘ne, apa lagi jika sedang menyukai seseorang pasti apapun kita usahakan untuk menarik perhatiannya sesudahnya di buang. Kebanyakan orang seperti itu’

Seperti itulah percakapan yang aku tangkap dari telingaku.

Apakah aku juga termasuk sifat yang di bicarakan siswa tadi. Yang mau melakukan apapun untuk mendapatkan seorang namja? Jika aku mendapatkannya apakah aku akan bosan menjalaninya ?. ahhhhh buat apa memikirkan pembicaraan siswa tadi sedangkan aku ini sudah menyerah dengan usahaku dan lebih tepatnya hatiku ini sudah kosong tidak ada lagi namanya Shin Jae Hoon. Ya. Setelah kejadian mabuk itu aku sudah tidak merasakan apapun ketika mendekati Shin Jae padahal sebelumnya aku sangat gugup ketika berada di dekatnya.

*************************

Ting tong ting tong

‘Bel sudah berbunyi. Saya harap kalian berlatih untuk menapilkan sebuah karya untuk pentas seni minggu depan. Pentas seni ini adalah sebuah persembahan terakhir dari kalian untuk sekolah ini. Aku harap kalian dapat melakukannya dengan baik. “

Begitulah pesan yang selalu di sampaikan oleh Kim seongsaenim di akhir pelajaran. Memang kami tidak akan lama lagi berada di sakolah ini. Kami akan melanjutkan study di perguruan tinggi. Itu berarti semakin capat aku menjauh dari pengalihatan Shin Jae. Itu lebih baik bukan ??

“Jae Shin-a, kajja kita pulang” ajak Yuru.

“ne, kajja” ajakku.

Aku mengamit tangan Yuru. “kau sudah mendapatkan gaun untuk pesta perpisahan kita ?” tanyaku.

“ani, mungkin nanti dengan eonni ku. Sedangkan kau ?” tanyanya lagi.

“aku sudah menyiapkannya dari jauh hari agar aku dapat waktu untuk lebih santai”

“aish kau ini rajin sekali nak…” cibirnya

“biarkan *mehrong* hahahaha” tiba-tiba saja Yuru menghentikan langkahnya.

“bagaimana jika kita beli ice cream saja kajja” Yuru langsung berbalik dan menarik tanganku.

“waeyo ?” tanyaku penasaran. Aku menolehkan kepalaku namun di haling oleh Yuru.

“ani, tidak apa-apa” jawabnya gugup. Aisss ada dengan orang ini. Namun, aku melihat seorang yang mengendarai sepeda motor yang melaju dari arah belakangku. Orang itu adalah Shin Jae dan Sa Chin yang pulang bersama. Yuru terdiam karena gagal menutupi semuanya.

“Jae Shin-ah gwenchana?” Tanya Yuru khawatir.

Kenapa masih ada rasa sakit ketika melihatnya dengan Sa Chin?  Bukankah perasaan itu sudah hilang. Mengapa perasaan itu kembali ?

“Jae Shin-a,” Yuru menghentakkan tangan Jae Shin agar tersadar dari lamunannya. “gwenchanayo ?” lanjutnya.

“hhmmm … ne” aku memberikan senyumku meyakinkan aku baik-baik saja.

“hatimu tidak sakitkan melihat mereka?” tannyanya.

“aniya, bukankah aku sudah melupakannya setelah kejadian mabuk itu? Kau tidak usah khawatir lagi karena hatiku saat ini kosong” jawabku.

“baguslah jika seperti itu. Namun, putih yang sudah tercampur warna lain mungkin akan menghilang tetapi mereka akan meninggalkan bekasnya juga sama halnya hatimu. Aku tahu jika kau masih memiliki perasaan dengannya. Aku cukup tahu tentang dirimu Park Jae Shin” Ujar Yuru.

“ne, kau ini dapat membaca fikiran orang ya? Menyeramkan sekali huh!”

“hahaha dari ekspresi mu itu yang sangat mudah ssekali untuk menentukan perasaanmu. Yasudah ayo kita beli ice cream” ajaknya.

“ne tapi kau harus mentraktirku”

“mwo? Sihreo !!” katanya dan langsung pergi meninggalkanku.

“ya ! nona Go. Aku tidak mau tau kau harus mentraktirku !” teriakku dan langsung mengejarnya.

******************

Saturday, 20 April 2013

At school class

Shin Jae memandangi suasana kota Seoul, berharap parasaannya hari ini menguap begitu saja.

“hei Shin Jae ! what happened with you ? hari ini kau begitu pendiam” sontak Shin Jae menoleh ketika ada yang menepuk pundaknya, Hong Ju. Lalu, berbalik menghadap Hong Ju.

“ani, aku baik-baik saja” jawabnya singkat sambil menggerakkan kakinya.

Namun ada sepasang mata yang sedang memperhatikan kedua namja itu dari tempat duduknya, Jae Shin. Tampak sangat penasaran dengan namja yang sudah ‘hampir’ dilupakannya itu.

“gotjimal. Aku tau permasalahanmu. Pasti tentang Sa Chin kan ?” tebak Hong Ju yang membuat kepala Shin Jae terangkat. Pandangan Shin Jae dan Jae Shin bertemu. Sontak Jae Shin berbalik dan memainan ponselnya.

“huh” Shin Jae hanya membuang nafasnya yang terasa berat.

“sudahlah. Ini adalah keinginanmu. Jangan murung lagi, ne” Hong Ju menepuk pundak Shin Jae.

Jae Shin POV

“hei Shin Jae ! what happened with you ? hari ini kau begitu pendiam” aku menoleh kebelakang ketika namanya dipanggil. Entah mengapa apabila aku mendengar namanya di sebut aku selalu mencari sosok namja itu. Apakah mungkin perasaanku kembali lagi ? ah ani, hatinya sudah dimilik oleh orang lain. Aku tidak boleh memiliki perasaan lagi terhadapnya.

Sebenarnya hari ini aku sangat penasaran dengan sikapnya yang mendadak pendiam seperti ini. Apa mungkin ia sedang bertengkar dengan Sa Chin ? ahh ternyata namja cuek seperti dia mempunyai sisi galaunya.

Pandangan kami bertemu. Sontak aku kembali ke posisi semula dan memainkan ponsel. Ahhhh dasar phabo kau Jae Shin mengapa bias tetangkap basah dengannya. Mungkin dia sudah berfikiran jika aku masih memiliki perasaaan dengannya. Ahhh jeongmal phaboya kau Park Jae Shin, umpatku dalam hati.

******************

Sunday, 13 May 2013

At Ballroom Paran

Malam ini mungkin akan menjadi sebuah kenangan yang sangat indah. Saat ini kami sedang merayakan hari terakhir kita di sekolah menengah dan itu artinya aku akan meninggalkan semua kenangan pahit yang pernah terjadi selama ini. Begitu pula dengan Shin Jae, namja yang selama ini aku taksir.

Semua siswa saat ini menunjukkan bakatnya menari dan menyanyi. Semua orang sangat bergembira. Mengikuti alunan lagu yang di bawakan Sa Chin. Suaranya begitu halus dan merdu. Huh pantas saja Shin Jae sangat menyukainya.

“hei, aku dengar hubungan Shin Jae dan Sa Chin berakhir” ujar Yuru.

“benarkah?” aku menanggapinya dengan enteng.

“kau sudah mengetahuinya? Ahhh kau ini. Pasti hal ini sangat di tunggu denganmu” tanyanya.

“ne, tapi aku tidak akan mencoba untuk mendapatkanya melainkan aku akan menghapusnya dalam hatiku. Bukankah aku sudah menghapusnya sebagian dalam hatiku?” tanyaku yang di sambut anggukan Yuru.

“jika begitu mengapa kau tetap selalu mengintainya?”

“ahh kalo itu aku tidak tau?”

“aisss kau ini yeoja labil” umpatnya.

Aku melihat kearah Shin Jae yang berdiri didekat makanan matanya tertuju kepada yeoja yang sudah menjadi yeojachingunya. Ah lebih tepatnya mantan yeojachingunya. Aku tau mengapa ia menutuskan hubungannya padahal dari wajahnya terlihat sekali ia masih menyukai Sa Chin.

Setelah alunan lagu berakhir dia pergi. Entah pergi kemana.

“Yuru-ah, aku ke toilet bentar ya” aku menepuk pundak Yuru dan mengikuti Shin Jae dari belakang.

****************

Aku mengikuti Shin Jae yang menaiki tangga menuju atap sekolah. Ia berdiri bertumpu dengan pagar. Matanya terpejam membiarkan semilir angin menerpa wajahnya. Berulang kali ia menghembuskan nafasnya. Sekarang kau baru merasakan sakitnya akibat cinta kan ?

“mengapa kau memutuskan hubunganmu dengannya?” tanyaku tiba-tiba dengan tatapan tetap mengarah pada gedung-gedung tinggi.

Shin Jae POV

Aku melihatnya tampil membawakan lagu yang sering aku mainkan dengannya. Hatiku sakit tapi aku yakin pilihanku ini adalah yang terbaik. Setelah lagunya berakhir aku menuju atap sekolah mencari udara segar untuk fikirannya yang sedang kacau ini.

Udara di sini sangat sejuk sekali dengan lampu-lampu yang menyinari kota. Aku memejamkan mata merasakan sejuknya udara di sini. Beberapa kali aku menarik nafas dan membuangnya. Ini sungguh berat.

“mengapa kau memutuskan hubunganmu dengannya?” sontak aku membuka mata dan menoleh. Jae Shin ?

“kau?” aku terkejut dengan keberadaannya dan pertanyaan yang dilontarkannya. Bagaimana ia mengetahuinya ?

“ne, aku mengetahuinya melalui blog-mu.” Jawabnya. Ah sungguh mengerikan bagaimana ia bisa membaca fikiranku ?

“huh ! kau ini pintar sekali menyelidiki orang lain. Lebih baik kau menjadi detektif saja nona Park” cibirku.

“kau memang namja jahat ya ternyata.” Ia menatap ku dengan sorot kebencian. Ada apa dengannya mengapa ia yang marah. Sa Chin saja tidak semarah ini.

“jika kau ingin mempertahankan prinsipmu seharusnya kau menahan nafsumu untuk memiliki yeoja chingu. Dan sekarang ketika kau ingat kembali dengan prisipmu Yeoja itu harus menahan sakit karena kau memutuskannya. Kau benar-benar namja jahat” aku hanya bisa diam mendengar makiannya. Memang aku yang salah dari awal karena tidak mempertahankan prinsipku yang tidak ingin berpacaran sampai lulus sekolah menengah.

“mengapa diam saja ? huh?” tanyanya

“aku tau kau sakit juga karena ini aku juga merasakannya. aku mengenalmu sebagai pria yang berprinsip maka dari itu aku menyukaimu waktu dulu”

“tapi kau masih memiliki perasaan denganku kan ?” tebakku yang membuatnya terdiam seketika. aku melihatnya menghembuskan nafas beratnya.

“ya memang aku masih memiliki perasaan denganmu tapi aku akan berusaha melupakannya. Aku tidak ingin mengenal namja yang jahat sepertimu. Egois, cuek, dannn pelit”

“hahahaha sepertinya kau sudah sangat mengenali diriku”

“mengapa memang ada yang lucu dari kalimatku?” tanyanya bingung.

“ani, jadi kau akan pergi kemana setelah ini untuk melupakanku? Pergi minu kembali hah?” ledekku.

“aishh kau ini aku tidak akan mabuk lagi. Buat apa aku menyiksa diriku hanya karena namja sepertimu”

“ lalu kau ingin pergi kemana?” tanyaku penasaran.

“aku akan pergi ke China untuk kuliah kedokteran” dia terdiam “ dan mulai besok aku sudah berangkat kesana” ucanya dengan wajah murung

“waw cepat sekali. Berarti malam ini adalah malam terakhirmu di seoul dong” tanyaku memastikan yag hanya di jawab dengan anggukan kepalanya.

“mengapa wajahmu murung seperti itu. Bukankah malam ini hari akhirmu di Seoul ? atau mungkin kau tidak ingin berpisah dengan ku?” tanyaku yang asal menebak.

“MWO??! Shin Jae Hoon kau terlalu percaya diri sekali” teriaknya yang membuat telingaku sakit.

“hahahaa aku hanya bercanda. Aku harap kau sukses. Selamat tinggal dan semoga sukses.” Ucapku menyemangatinya.

*******************

Jae Shin POV

Sebuah noda yang berada di kain putih berapa kali aku berusaha menghilangkannya namun noda itu tetap saja kembali. Jadi hari ini aku menganti kain yang sudah ternoda itu dengan kain putih yang baru aku harap aku akan mendapati warna cerah abadi di kain itu.

THE END