(FF) Love Hurt

Cast : Park Jae Shin

Shin Jae Hoon

Go Yuru

Lee Sa Chin

ini adalah sebuah cerita yang 75% real nyata. ini pernah dialami oleh seseorang namun sebagian ada dari imajinasi saya. jadi saya harap kalian dapat menyukai cerita saya ini. jika bias tolong tinggalkan jejak ya ^^ happy reading

Apakah kalian mempercayai adanya takdir di dunia ini? takdir yang diberikan tuhan untuk kita sebagai mahluk-Nya sedangkan kita sebagai makhluk-Nya tidak mengetahui apa yang di takdirkan oleh-Nya. Tuhan hanya memberikan sebagian kecil petunjuk untuk kita ketahui apa yang ditakdirkan-Nya. Kita hanya berusaha untuk menemui apa takdir Tuhan itu. Termasuk jodoh yang akan hidup bersama kita nanti dimasa depan juga merupakan takdir tuhan.

Friday, January 18th  2013

17.00 KST

Han Park

Jae Shin duduk di bangku tama kota. Beberapa kali ia menggosok-gosokkan tangan untuk menghangatkan tubuhnya. Cuaca di Seoul saat ini sangat dingin menandakan musim dingin akan dimulai. Ia mengeratkan jaket dan mengedarkan keseluruh taman kota mencari seorang yeoja yang merupakan sahabatnya, Go Yuru. Namun, ia menangkap seorang namja yang sudah sangat dikenalnya. Shin Jae Hoon, teman sekelasku saat ini. namja itu berdiri di pinggir air mancur taman kota dengan postur tubuh tinggi yang berbalut coat berwarna abu-abu dengan syal yang melilit dilehernya dan rambutnya yang kaku itu dibiarkan terkena salju yang mulai turun.

Jae Shin memegang dadanya memastikan jantungnya berdetak dengan normal seperti biasa tapi ternyata berdetak lebih cepat dari biasanya. Tanpa berfikir panjang ia melangkah mendekati Shin Jae namun terhenti karena seorang yeoja menghampiri namja itu. ia menyipitkan matanya untuk melihat siapa yeoja yang sedang bersama dengan Shin Jae. Mereka tertawa dan pergi dengan yeoja yang mengamit tangan Shin Jae. Tiba-tiba yeoja itu merasakan rongga dadanya sesak. Melihat namja yang sangat ia sukai selama setahun ini pergi bersama dan tertawa lepas dengan yeoja. padahal namja itu sangat terkenal dingin dengan para yeoja di sekolahnya.apakah mereka berpacaran ? ahhh, fikirannya sangat penuh hari ini.

“Jae Shin!” ia menoleh. Di sana sudah ada sahabatnya, Yuru berdiri di belakangnya. “kau sudah melihatnya” tanyanya hati-hati.

“ne” jawab Jae Shin singkat.

“mianhae, aku terlambat” ucap Yuru menyesal merasa bersalah karena membiarkan sahabatnya menunggu dan melihat kejadian yang terjadi beberapa menit yang lalu.

“gwenchana” Jae Shin tersenyum berusaha menyembunyikan perasaannya “kau mengajakku bertemu ingin memberi tahu tentang ini kan?”

“ne, tapi aku berusaha untuk memberitahumu melalui mulutku bukan melihatnya secara langsung seperti ini” ucapYuru.

“ahh lebih baik seperti ini kan? Mengetahui dengan mata kepala sendiri. Sudahlah jangan murung seperti itu” Jae Shin memegang bahu Yuru “bukankah seharusnya aku yang murung karena sudah mengetahui tentang itu? “

“tapi, kau baik-baik saja kan?” tanya Yuru.

“aku berbohong jika aku mengatakan baik-baik saja. ahhh di sini dingin ayo kita makan jjajangmyun” Jae Shin menarik lengan Yuru ke sebuah kedai jjajangmyun di pinggir jalan.

**********************
Shin Jae POV

Shin Jae memandangi kota seoul yang sudah mulai ditutupi putihnya salju. Sekarang ini aku dan Sa Chin sedang berada di kincir angin. Sa Chin adalah yeojachinguku. sudah seminggu kami berpacaran dan ini adalah kencan pertama kami. Entahlah sihir apa yang ia pakai untuk membuat fikiranku berubah. Yeoja bertubuh mungil dengan rambut coklat panjang yang bergelombang dan kulit yang putih sudah merubah sikap dinginku pada wanita menjadi hangat seperti ini. padahal kami baru saja mengenal sebulan yang lalu ketika kami latihan band bersama yang kebetulan sekali dialah yang akan menjadi vokalis bandku. Aku ini seorang drummer.

“Shin Jae-ah lihat itu” Sa Chin menunjuk ke arah sebuah tempat ice skatting “ aku ingin sekali mencobanya tapi sayang sekali aku tidak bisa” ucapnya murung.

“nanti kita akan ke sana. Aku akan mengajarimu bermain ice skatting.” Tawarku. Kemudian sebuah senyuman terukir di wajahnya yang manis itu.

“baiklah aku anggap itu sebagai janjimu” ucapnya.

“ne, yaksokhae. Nona Lee Sa Chin” ucapku dengan penuh penekanan.

“gomawo” ucapnya kegirangan bagaikan anak kecil yang dijanjikan oleh ayahnya.

“huhhhhh dasar anak kecil’ ucapku gemas sambil mengacak-ngacak rambutnya.

“ya! Shin Jae Hoon!” bentaknya sambil merapikan kembali rambutnya yang tadi berantakan akibat ulahku.

“oke, ayo kita makan jjajangmyun. Aku sudah lapar sekali” ajakku setelah turun dari kincir angin.

*****************************

kami sampai di sebuah kedai jjanjangmyun yang berada di pinggir jalan. Kedai sangat ramai sekali. Mungkin karena musim dingin sehingga tempat ini menjadi sangat ramai. Aku mengedaran ke seluruh ruangan mencari meja yang kosong.

“Shin Jae. Di sana.” Tunjuk Sa Chin ke arah meja yang kosong di dekat etalase.

Setelah kami duduk Seorang pelayan memberikan buku menu.

“kau ingin pesan apa ?” tanyaku.

“aku jjajangmyun dan orange juice” pesannya pada pelayan itu.

“aku juga sama” ucapku dan pelayan itu pergi.

“ya! Jae Shin cukup minumnya kau sudah mabuk” aku mendengar seorang meneriaki nama yang ku kenal. Aku menoleh ke arah sebuah meja meja di sampingku. Yuru, Jae Shin ? aku baru pertama kali melihat Jae Shin mabuk seperti ini. dia adalah orang yang paling anti dengan alcohol tapi mengapa dia menjadi seperti ini? apa yang terjadi dengannya? Apakah dia mengetahuinya? Aku sudah mengetahui jika dia sangat menyukaiku. Dia sendiri yang mengatakannya. Cukup berani bagi seorang wanita mengungkapkan sebuah pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh seorang laki-laki. tapi, bukankah dia sudah bilang menyerah dua minggu yang lalu?

“aku masih ingin meminumnya lagi Yuru-ah. Aku baru mengetahuinya jika minuman ini dapat menghilangkan rasa sakit hatiku. Ini benar-benar obat sakit hati Yuru-ah” ucapnya sambil mabuk. Sesakit itukah Jae Shin?  ‘Mianhae’ batinku. Ada perasaan menyesal melihat Jae Shin yang mabuk seperti itu. ‘seharusnya aku tidak menolaknya waktu dulu’

“Shin Jae” panggil Sa Chin sambil melambaikan tangan di depan wajahku.

“ah, ne” aku tersadar dari lamunanku.

“makanlah makananmu sudah dingin” suruhnya. Aku langsung memakan jjajangmmyun yang sudah tersedia di depanku.

*********************
Sa Chin POV

Aku melihat Shin Jae sedang memandangi seorang yeoja di samping meja kami. Yeoja itu bukankah sunbaeku yang merupakan teman sekelas Shin Jae tapi yeoja yang sedang mabuk itu aku tidak pernah melihat orang itu di sekolah. Apakah mantan Shin Jae ? ah ani. Aku menggelengkan kepalau menghilangkan fikiran buruk yang sedang berusaha memenuhi benakku. Tidak apa-apa bukankah Shin Jae sudah dimilikinya?

“Shin Jae” panggilku sambil melambaikan tangan di depan wajahnya yang sedang melamun.

“ah ne” dia tersentak.

“makanlah makananmu sudah dingin” suruhku padanya. Dan ia langsung memakan jjajangmyunnya. Apa yang sedang dilamuninya? Siapa yeoja mabuk itu sebenarnya? Sungguh aku mulai diselubungi rasa penasaran.

“Jae Shin!” aku mendengar sunbaeku membentak temannya yang sudah sangat mabuk. Ia mengambil botol yang hendak dituangkan kembali ke dalam gelas milik yeoja mabuk itu.

“kau sudah minum tiga botol dan sekarang yang ke empat. Kau tidak mabuk hah?” ucapnya dengan khawatir melihat kelakuan temannya itu. aku bergantian melihat ekspresi Shin Jae yang berubah menjadi khawatir melihat yeoja mabuk yang bernama Jae Shin itu.

“Yuru-ah, kau mengerti aku kan? Aku.. sudah bertahan dengan dengan rasa sakit karena menyukai Shin Jae selama setahun dan sekarang biarkan aku melupakannya dengan seperti ini” ucap Jae Shin yang mulai menangis.jadi, dia bukan mantan Shin Jae tapi hanya menyukainya saja. tapi mengapa wajah Shin Jae sangat khawatir melihatnya. Apakah ia menykainya juga? Lalu ? selama ini apa yang dikatakannya padaku. Tiba-tiba au ingin sekali menangis memikirkan hal itu.

“tapi ini bukan sepertimu Jaa Shin! Bermabuk-mabukkan itu bukan tipemu” ucap Yuru. Sekarang aku mengetahui nama sunbaeku itu.

“aku bukanlah Jae Shin yang dulu lagi. Jae Shin yang dulu sudah menghilang tepat aku melihatnya bersama. Sekarang berikan botol itu” Jae Shin merebut kembali botol itu dan menuangkan kembali ke gelasnya.

Namun tiba-tiba Shin Jae berdiri dan mencengkeram tangan Jae Shin. Sungguh itu hari ini hatiku bagaikan di tusuk oleh beribu-ribu jarum.menyakitkan.

“oh kau…” ucapJae Shin sambil menunjuk ke Shin Jae. “kau … Shin ..”

“Cukup !!” bentak Shin Jae sehingga yeoja itu tidak dapat meneruskan kata-katanya.lalu Shin Jae menarik keluar dari kedai ini. aku hanya dapat melihat punggungnya yang mulai melangkah menjauh.

Aku mengepalkan tanganku menahan amarah dan rasa sakit yang mulai menyerbuku.

“kau Sa Chin kan?” aku menoleh. Yuru memanggilku.

“duduklah aku ingin berbicara denganmu” suruhnya.

*************************

Shin Jae POV

Aku masih menarik tangan Jae Shin keluar “lepaskan ! Shin Jae Hoon!” bentaknya sambil meronta melepaskan cengkeramanku dilengannya. Tapi aku tetap saja tidak melepaskannya dan membawanya di sebuah bangku taman.

“Kau ! lepaskan! Itu sangat menyakitkan!” bentaknya aku melepaskan cengkeramanku. Dia jatuh terduduk di bangku taman tidak tahan lagi menahan beban tubuhnya. Mungkin kepalanya sangat sakit.

“kau ! tak cukupkah membuat diriku hancur karena perasaan ini ? kau tau rasanya seperti apa?” tanyanya sambil menatapku yang masih berdiri kaku di sampingnya. “sakit! sakit sekali” ucapnya mabuk sambil memukul dadanya

“menyerahlah” ucapku menghentikan tangannya yang berusaha memukul dadanya.

“apa ? menyerah?” tanyanya sambil terkekeh “aku ini memang sudah menyerah. Bukankah aku sudah mengatakannya padamu?” memang dirinya pernah berkata menyerah dengan perasaannya terhadapku dua minggu yang lalu.

FlashBack

aku bermain gitar di atap sekolah yang merupakan tempat kesukaanku. Di sini sangat sepi jadi aku dapat berkonsentrasi dengan gitarku ini.

 

“aku dengar kau sedang dekat dengan yeoja yang merupakan hobae kita?” ucap Jae Shin yang sejak kapan sudah berdiri di pagar atap sekolah.

 

Bagimana dia tau tempat ini ? apakah ia mengikutiku ? sungguh yeoja ini benar-benar.

 

“ kau ! bagaimana kau tau tempat ini?” tanyaku heran.

 

“kau tidak perlu tau aku mengetahui tempat ini dari mana dan dari siapa. Jadi kau benar sedang dekat dengan hobae kita?” tanyanya sekali lagi sambil menatapku.

 

Aku terdiam. Tidak tau ingin mengatakan apa. Tapi yang dikatakannya benar aku sedang dekat dengan seorang yeoja.

 

“ternyata benar. Baiklah. Ini saatnya aku mengatakannya.” Dia menarik nafas dan menghembuskannya kembali. “aku menyerah” ucapnya yang membuat aku bingung.

 

“Aku menyerah dengan perasaanku terhadapmu. Tapi keinginanku tercapai karena membuatmu menyukai seorang yeoja. walaupun usahaku gagal jadi chukkae” ucapnya sambil senyum dipaksakan.

FlashBack End

“aku memang sudah menyerah tapi fikiran dan hatiku tidak ingin menyerah” ucapnya yang mulai terisak. “terlalu sakit jika aku terus menunggu perasaan ini menghilang begitu saja sedangkan kau selalu berkeliaran di depan mataku tarus. Maka dari itu aku ingin menghilangan secara paksa walaupun aku menyakiti diriku sendiri. huhhhh” tiba-tiba ia terlelap dengan kepala di bahuku.

Sehancur inikah dirimu ? sampai-sampai kau ingin melukai dirimu sendiri? Sadarlah aku ini bukanlah namja baik yang selama ini kamu katakan. Aku ini namja jahat yang membuat para yeoja yang selalu menangis. Sama seperti orang lain katakan tentangku tapi kau terus menyangkalnya dan selalu mengatakan jika aku ini orang yang baik-baik saja.

*************************************

Sa Chin POV

“mianhae atas perlakuan temanku tadi dan mian membuat kencan pertamamu dengan Shin Jae menjadi berantakan” ucap Yuru

“gwenchana sunbae” jawabku “tapi… bolehkah aku bertanya ?” aku memberanikan diri menanyai siapa sebenarnya yeoja mabuk yang bernama Jae Shin tadi.

“ah ne, silahkan. pasti kau ingin menanyakan tentang Jae Shin, hm?” tebaknya.

“jika sunbae tidak keberatan”

“apa yang kau dengar dari mulut Jae Shin tadi adalah benar. Dia menyukai Shin Jae selama setahun. Tapi dia sudah mengatakan dengan Shin Jae bahwa ia menyerah dengan perasaannya itu dua minggu yang lalu. dulu dia pernah menatakan tidak pernah jatuh cinta kepada namja sekalipun karena dia sudah cukup di khianati dengan namja. Tapi semenjak bertemu dengan Shin Jae dia berubah fikiran dan mulai mencoba membuka hatinya walaupun waktu itu Shin Jae masih bersifat dingin. Sering sekali dia mengeluh lelah karena Shin Jae tidak melihatnya sedikitpun. Entah dia selalu bersemangat ketika ia mengingat nama Shin Jae yang sama dengannya ia mulai bersemangat untuk berusaha mengubah sikap Shin Jae yang dingin dan melihat dia untuk sekali saja. ketika ia mendengar bahwa Shin Jae berubah sikap yang menjadi hangat kepada yeoja dia sangat senang karena keinginanya tercapai tapi dia sangat kecewa bahwa Shin Jae merubah sikapnya bukan untuk dirinya melainkan untuk dirimu. Dan mulai kejadian itulah Shin Jae bertekat merubah perasaanya.” Jelasnya panjang lebar.

Aku tidak tau jika Jae Shin sunbae melakukan banyak hal untuk Shin Jae. Berbeda dengan diriku yang hanya bisa bergelayut manja dengan Shin Jae. Apa yang harus aku lakukan saat ini?

“aku baru pertama kali melihat dirinya menyakiti dirinya sendiri dengan berminum alcohol sebanyak ini. sebelumnya dia sangat anti dengan yang namanya alcohol. Tapi kali ini berbeda setelah mengetahui Shin Jae sudah berpacaran dengan mu. Aku takut Jae Shin melakukan hal yang buruk lagi untuk melupakan Shin Jae” jawabnya murung.

“tapi kau jangan khawatir. Shin Jae bukanlah orang yang jahat. Dia tidak ingin merusak hubungan kalian berdua. Dia melakukan ini hanya untuk melihat kalian berdua bahagia tapi cara yang dia lakukan salah” sergahnya dengan cepat berusaha tidak membuatku khawatir. Tapi tetap saja ada perasaan bersalah karena membuat Jae Shin sunbae menjadi seperti ini.

Drrrrttttt

Ponselku bergetar menandakan ada pesan masuk.

Shin Jae oppa?

From : Shin Jae

To : Sa Chin

 

“mianhae untuk hari ini aku tidak bisa menemanimu makan dan mengantarmu pulang. Aku harus mengantarkan Jae Shin pulang. Kau tidak marah kan ? aku akan menjalaskannya besok di sekolah. Arachi?”

Bahkan Shin Jae oppa lebih mementingkannya daripada aku yang sebenarnya yeojachingunya sendiri. Apakah kau mencintai diriku oppa? Atau hanya kau menganggapku sebagai pelarian untuk menghindar dari yeoja itu?. sesak sangat sesh sekali.

“Apakah itu Shin Jae?” tanya Yuru sunbae.

“ne, ia mengantarkan Jae Shin sunbae pulang” jawabku sekenanya “ sunbae, aku pulang duluan ya. Annyeong” pamitku padanya aku tidak bisa berlama-lama disini. Aku ingin menangis sekuatnya sungguh ini sangat menyesakkan.

***************

Jae Shin POV

Ahhhh aku merasakan kepalaku sangat sakit. berapa botol yang aku minum tadi malam? Aku berusaha mengingat kejadian tadi malam. Arghhhh !!! tidak bisa. Kepalaku terlalu sakit untuk mengingatnya. Jadi apa yang aku lakuakan disaat mabuk berat?

“annyeong” seseorang memasuki kelas. Kelas ini masih sepi hanya ada aku dan …. Shin Jae ! sejak kapan ia datang ?

Shin Jae duduk di sampingku sambil mendengarkan music di ponselnya.

“annyeonggg Jae Shin-a!” sapa Yuru yang baru saja datang dengan wajah riang. Ada apa dengannya hari ini ?

“annyeong” jawabku seadanya.

“wae? Apakah kepalamu masih sakit karena mabuk tadi malam?” aku langsung membekap mulutnya. Apakah dia gila ? menanyakan aku mabuk di dalam kelas dan di sekolah? bagaimana jika ada yang mengetahuinya dan melaporkan pada guru. Aihhh mati aku jika sampai harus di keluarkan dari sekolah ini.

“ya! Micheoseo! Jangan keras-keras phabo!” bentakku sambil melepaskan bekapan di mulutnya. Aku melirik ke arah Shin Jae yang langsung mengalihkan perhatiannya ke ponselnya. Ada apa dia? Mengapa tatapannya seperti itu padaku? Aissshh dasar nappeun.

“ne ne mian. Geurom, gwenchanayo?” tanyanya sekali lagi.

“huh!” aku mendesah. Menjatuhkan badanku pada kursi tempat duduk. “angwenchana, kepalaku sakit sekali. Dan lebih tepatnya aku tidak mengingat kejadian saat aku mabuk. Huffttt. Jadi apa yang aku lakukan saat itu? kau yang membawaku pulang kan?” Keluhku.

“siapa suruh kau meminum banyak sekali. Dan yang mebawamu pulang bukan aku tapi namja yang kau anggap mirip dengan taecyeon 2pm”aku berfikir sejenak. Siapa namja yang aku anggap mirip dengan taecyeon 2pm. Hmm omo!

“Shin Jae !” jawabku dan diikuti dengan anggukkan kepala Yuru. “bagaimana bisa?” tanyaku.

“tidak ingat sama sekali ?” aku hanya menggelengan kepalaku. “tidak sama sekali ?” tanyanya meyakinkan. Aku berfikir sejenak.

“aku mengingatnya ketika ada seseorang yang menarik tanganku ke taman” aku mengingat kilasan yang terjadi malam itu. tapi aku tak tau lagi selebihnya. Berusaha mengingatnya membuat kepalau bertambah sakit” keluhku sambil memegangi kepala.

“ne, arraseo. Aku akan menceritakannya nanti. Sekarang sudah masuk jam pelajaran”

“baiklah nona Go Yuru”

************************

Tuesday, 19 March 2013

09.00 KST

Paran School

Jae Shin POV

Aku menatap langit yang begitu cerah, memejamkan mataku membiarkan semilir angin menerpa wajahku. Sudah sekian kali aku menghembuskan nafas. Kepalaku sangat berat setelah mendengarkan percakapan seorang siswa di toilet tadi.

‘sebenarnya apa sih yang kalian rasakan ketika pacaran ?’

‘perasaanku biasa saja. Sebenarnya aku sudah bosan dengan pacaran. Pacaran itu hanya  manis awalnya saja akhirnya mah pahit’

‘ne, apa lagi jika sedang menyukai seseorang pasti apapun kita usahakan untuk menarik perhatiannya sesudahnya di buang. Kebanyakan orang seperti itu’

Seperti itulah percakapan yang aku tangkap dari telingaku.

Apakah aku juga termasuk sifat yang di bicarakan siswa tadi. Yang mau melakukan apapun untuk mendapatkan seorang namja? Jika aku mendapatkannya apakah aku akan bosan menjalaninya ?. ahhhhh buat apa memikirkan pembicaraan siswa tadi sedangkan aku ini sudah menyerah dengan usahaku dan lebih tepatnya hatiku ini sudah kosong tidak ada lagi namanya Shin Jae Hoon. Ya. Setelah kejadian mabuk itu aku sudah tidak merasakan apapun ketika mendekati Shin Jae padahal sebelumnya aku sangat gugup ketika berada di dekatnya.

*************************

Ting tong ting tong

‘Bel sudah berbunyi. Saya harap kalian berlatih untuk menapilkan sebuah karya untuk pentas seni minggu depan. Pentas seni ini adalah sebuah persembahan terakhir dari kalian untuk sekolah ini. Aku harap kalian dapat melakukannya dengan baik. “

Begitulah pesan yang selalu di sampaikan oleh Kim seongsaenim di akhir pelajaran. Memang kami tidak akan lama lagi berada di sakolah ini. Kami akan melanjutkan study di perguruan tinggi. Itu berarti semakin capat aku menjauh dari pengalihatan Shin Jae. Itu lebih baik bukan ??

“Jae Shin-a, kajja kita pulang” ajak Yuru.

“ne, kajja” ajakku.

Aku mengamit tangan Yuru. “kau sudah mendapatkan gaun untuk pesta perpisahan kita ?” tanyaku.

“ani, mungkin nanti dengan eonni ku. Sedangkan kau ?” tanyanya lagi.

“aku sudah menyiapkannya dari jauh hari agar aku dapat waktu untuk lebih santai”

“aish kau ini rajin sekali nak…” cibirnya

“biarkan *mehrong* hahahaha” tiba-tiba saja Yuru menghentikan langkahnya.

“bagaimana jika kita beli ice cream saja kajja” Yuru langsung berbalik dan menarik tanganku.

“waeyo ?” tanyaku penasaran. Aku menolehkan kepalaku namun di haling oleh Yuru.

“ani, tidak apa-apa” jawabnya gugup. Aisss ada dengan orang ini. Namun, aku melihat seorang yang mengendarai sepeda motor yang melaju dari arah belakangku. Orang itu adalah Shin Jae dan Sa Chin yang pulang bersama. Yuru terdiam karena gagal menutupi semuanya.

“Jae Shin-ah gwenchana?” Tanya Yuru khawatir.

Kenapa masih ada rasa sakit ketika melihatnya dengan Sa Chin?  Bukankah perasaan itu sudah hilang. Mengapa perasaan itu kembali ?

“Jae Shin-a,” Yuru menghentakkan tangan Jae Shin agar tersadar dari lamunannya. “gwenchanayo ?” lanjutnya.

“hhmmm … ne” aku memberikan senyumku meyakinkan aku baik-baik saja.

“hatimu tidak sakitkan melihat mereka?” tannyanya.

“aniya, bukankah aku sudah melupakannya setelah kejadian mabuk itu? Kau tidak usah khawatir lagi karena hatiku saat ini kosong” jawabku.

“baguslah jika seperti itu. Namun, putih yang sudah tercampur warna lain mungkin akan menghilang tetapi mereka akan meninggalkan bekasnya juga sama halnya hatimu. Aku tahu jika kau masih memiliki perasaan dengannya. Aku cukup tahu tentang dirimu Park Jae Shin” Ujar Yuru.

“ne, kau ini dapat membaca fikiran orang ya? Menyeramkan sekali huh!”

“hahaha dari ekspresi mu itu yang sangat mudah ssekali untuk menentukan perasaanmu. Yasudah ayo kita beli ice cream” ajaknya.

“ne tapi kau harus mentraktirku”

“mwo? Sihreo !!” katanya dan langsung pergi meninggalkanku.

“ya ! nona Go. Aku tidak mau tau kau harus mentraktirku !” teriakku dan langsung mengejarnya.

******************

Saturday, 20 April 2013

At school class

Shin Jae memandangi suasana kota Seoul, berharap parasaannya hari ini menguap begitu saja.

“hei Shin Jae ! what happened with you ? hari ini kau begitu pendiam” sontak Shin Jae menoleh ketika ada yang menepuk pundaknya, Hong Ju. Lalu, berbalik menghadap Hong Ju.

“ani, aku baik-baik saja” jawabnya singkat sambil menggerakkan kakinya.

Namun ada sepasang mata yang sedang memperhatikan kedua namja itu dari tempat duduknya, Jae Shin. Tampak sangat penasaran dengan namja yang sudah ‘hampir’ dilupakannya itu.

“gotjimal. Aku tau permasalahanmu. Pasti tentang Sa Chin kan ?” tebak Hong Ju yang membuat kepala Shin Jae terangkat. Pandangan Shin Jae dan Jae Shin bertemu. Sontak Jae Shin berbalik dan memainan ponselnya.

“huh” Shin Jae hanya membuang nafasnya yang terasa berat.

“sudahlah. Ini adalah keinginanmu. Jangan murung lagi, ne” Hong Ju menepuk pundak Shin Jae.

Jae Shin POV

“hei Shin Jae ! what happened with you ? hari ini kau begitu pendiam” aku menoleh kebelakang ketika namanya dipanggil. Entah mengapa apabila aku mendengar namanya di sebut aku selalu mencari sosok namja itu. Apakah mungkin perasaanku kembali lagi ? ah ani, hatinya sudah dimilik oleh orang lain. Aku tidak boleh memiliki perasaan lagi terhadapnya.

Sebenarnya hari ini aku sangat penasaran dengan sikapnya yang mendadak pendiam seperti ini. Apa mungkin ia sedang bertengkar dengan Sa Chin ? ahh ternyata namja cuek seperti dia mempunyai sisi galaunya.

Pandangan kami bertemu. Sontak aku kembali ke posisi semula dan memainkan ponsel. Ahhhh dasar phabo kau Jae Shin mengapa bias tetangkap basah dengannya. Mungkin dia sudah berfikiran jika aku masih memiliki perasaaan dengannya. Ahhh jeongmal phaboya kau Park Jae Shin, umpatku dalam hati.

******************

Sunday, 13 May 2013

At Ballroom Paran

Malam ini mungkin akan menjadi sebuah kenangan yang sangat indah. Saat ini kami sedang merayakan hari terakhir kita di sekolah menengah dan itu artinya aku akan meninggalkan semua kenangan pahit yang pernah terjadi selama ini. Begitu pula dengan Shin Jae, namja yang selama ini aku taksir.

Semua siswa saat ini menunjukkan bakatnya menari dan menyanyi. Semua orang sangat bergembira. Mengikuti alunan lagu yang di bawakan Sa Chin. Suaranya begitu halus dan merdu. Huh pantas saja Shin Jae sangat menyukainya.

“hei, aku dengar hubungan Shin Jae dan Sa Chin berakhir” ujar Yuru.

“benarkah?” aku menanggapinya dengan enteng.

“kau sudah mengetahuinya? Ahhh kau ini. Pasti hal ini sangat di tunggu denganmu” tanyanya.

“ne, tapi aku tidak akan mencoba untuk mendapatkanya melainkan aku akan menghapusnya dalam hatiku. Bukankah aku sudah menghapusnya sebagian dalam hatiku?” tanyaku yang di sambut anggukan Yuru.

“jika begitu mengapa kau tetap selalu mengintainya?”

“ahh kalo itu aku tidak tau?”

“aisss kau ini yeoja labil” umpatnya.

Aku melihat kearah Shin Jae yang berdiri didekat makanan matanya tertuju kepada yeoja yang sudah menjadi yeojachingunya. Ah lebih tepatnya mantan yeojachingunya. Aku tau mengapa ia menutuskan hubungannya padahal dari wajahnya terlihat sekali ia masih menyukai Sa Chin.

Setelah alunan lagu berakhir dia pergi. Entah pergi kemana.

“Yuru-ah, aku ke toilet bentar ya” aku menepuk pundak Yuru dan mengikuti Shin Jae dari belakang.

****************

Aku mengikuti Shin Jae yang menaiki tangga menuju atap sekolah. Ia berdiri bertumpu dengan pagar. Matanya terpejam membiarkan semilir angin menerpa wajahnya. Berulang kali ia menghembuskan nafasnya. Sekarang kau baru merasakan sakitnya akibat cinta kan ?

“mengapa kau memutuskan hubunganmu dengannya?” tanyaku tiba-tiba dengan tatapan tetap mengarah pada gedung-gedung tinggi.

Shin Jae POV

Aku melihatnya tampil membawakan lagu yang sering aku mainkan dengannya. Hatiku sakit tapi aku yakin pilihanku ini adalah yang terbaik. Setelah lagunya berakhir aku menuju atap sekolah mencari udara segar untuk fikirannya yang sedang kacau ini.

Udara di sini sangat sejuk sekali dengan lampu-lampu yang menyinari kota. Aku memejamkan mata merasakan sejuknya udara di sini. Beberapa kali aku menarik nafas dan membuangnya. Ini sungguh berat.

“mengapa kau memutuskan hubunganmu dengannya?” sontak aku membuka mata dan menoleh. Jae Shin ?

“kau?” aku terkejut dengan keberadaannya dan pertanyaan yang dilontarkannya. Bagaimana ia mengetahuinya ?

“ne, aku mengetahuinya melalui blog-mu.” Jawabnya. Ah sungguh mengerikan bagaimana ia bisa membaca fikiranku ?

“huh ! kau ini pintar sekali menyelidiki orang lain. Lebih baik kau menjadi detektif saja nona Park” cibirku.

“kau memang namja jahat ya ternyata.” Ia menatap ku dengan sorot kebencian. Ada apa dengannya mengapa ia yang marah. Sa Chin saja tidak semarah ini.

“jika kau ingin mempertahankan prinsipmu seharusnya kau menahan nafsumu untuk memiliki yeoja chingu. Dan sekarang ketika kau ingat kembali dengan prisipmu Yeoja itu harus menahan sakit karena kau memutuskannya. Kau benar-benar namja jahat” aku hanya bisa diam mendengar makiannya. Memang aku yang salah dari awal karena tidak mempertahankan prinsipku yang tidak ingin berpacaran sampai lulus sekolah menengah.

“mengapa diam saja ? huh?” tanyanya

“aku tau kau sakit juga karena ini aku juga merasakannya. aku mengenalmu sebagai pria yang berprinsip maka dari itu aku menyukaimu waktu dulu”

“tapi kau masih memiliki perasaan denganku kan ?” tebakku yang membuatnya terdiam seketika. aku melihatnya menghembuskan nafas beratnya.

“ya memang aku masih memiliki perasaan denganmu tapi aku akan berusaha melupakannya. Aku tidak ingin mengenal namja yang jahat sepertimu. Egois, cuek, dannn pelit”

“hahahaha sepertinya kau sudah sangat mengenali diriku”

“mengapa memang ada yang lucu dari kalimatku?” tanyanya bingung.

“ani, jadi kau akan pergi kemana setelah ini untuk melupakanku? Pergi minu kembali hah?” ledekku.

“aishh kau ini aku tidak akan mabuk lagi. Buat apa aku menyiksa diriku hanya karena namja sepertimu”

“ lalu kau ingin pergi kemana?” tanyaku penasaran.

“aku akan pergi ke China untuk kuliah kedokteran” dia terdiam “ dan mulai besok aku sudah berangkat kesana” ucanya dengan wajah murung

“waw cepat sekali. Berarti malam ini adalah malam terakhirmu di seoul dong” tanyaku memastikan yag hanya di jawab dengan anggukan kepalanya.

“mengapa wajahmu murung seperti itu. Bukankah malam ini hari akhirmu di Seoul ? atau mungkin kau tidak ingin berpisah dengan ku?” tanyaku yang asal menebak.

“MWO??! Shin Jae Hoon kau terlalu percaya diri sekali” teriaknya yang membuat telingaku sakit.

“hahahaa aku hanya bercanda. Aku harap kau sukses. Selamat tinggal dan semoga sukses.” Ucapku menyemangatinya.

*******************

Jae Shin POV

Sebuah noda yang berada di kain putih berapa kali aku berusaha menghilangkannya namun noda itu tetap saja kembali. Jadi hari ini aku menganti kain yang sudah ternoda itu dengan kain putih yang baru aku harap aku akan mendapati warna cerah abadi di kain itu.

THE END

Iklan

pengatur kecepatan

image

hei seperti di drama dream high 2.,ternyata gua itu memiliki pengatur kecepatan. tapi, pengatur kecepatan yang di buat orang lain untuk gua melainkan gua sendiri yang menjadikan ‘dia’ sebagai pengatur kecepatan gua.

ceritanya begini. ehhhmmm gimana ya ceritanya. errr awalnya gua suka sama orang itu. dia itu mirip sekali dengan rapper 2pm ( taecyeon ). ahhh entahlah gua semakin suka sama dia. apapun gua lakuin biar bisa dekrt sama dia. secara dia itu adalah tipikal orang yang jarang bergaul dengan yeoja. dia anaknya rajin, punya usahanya keras ahhh salut deh sama dia. terkadang dia itu bergaul dengan yeoja hanya untuk menanyakan pelajaran jadi tau kan selanjutnya bagaimana ??? ya. gua berusaha belajar yang rajin dan suatu saat dia bakal nanya tentang pelajaran dengan gua dan alhasil gua bisa deket sama dia ahhhhhh membayangkannya saja gua udah seperti melayang ke langit ke tujuh *eh lebay baget sih gua.

oke begitulah ceritanya. tentang pengatur kecepatan gua.